SUKABUMI – Bencana pergeseran tanah menerjang permukiman warga di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (20/11/2025). Akibatnya, lima unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Berdasarkan laporan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, bencana pergerakan tanah terjadi di dua lokasi. Di Kampung Selabuana, Desa Buanajaya, satu rumah rusak. Kemudian di Kampung Cijagung, Desa Bojonggaling ada empat rumah yang terdampak.
Sihabudin mengatakan di Kampung Cijagung dua rumah dilaporkan mengalami rusak berat (RB) dan dua rumah lainnya rusak sedang (RS). Bencana di dua lokasi itu terjadi sekira pukul 23.00 WIB.
Baca Juga: Oknum Mengaku Wartawan Tipu 15 Pencari Kerja di Sukabumi, Kerugian Tembus Rp 52 Juta
“Kejadian ini dipicu hujan dengan intensitas lebat yang terjadi terus-menerus,” jelas Sihabudin, dalam keterangan yang diterima redaksi sukabumiku.id, Sabtu(22/11/2025).
Meski menyebabkan kerusakan properti yang signifikan, peristiwa alam ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Tim penanganan darurat yang terdiri dari BPBD Kabupaten Sukabumi, aparat desa, dan warga sekitar langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan pertama.
Laporan P2BK juga menyebutkan lokasi bencana masih membutuhkan penanganan yang lebih intensif mengingat tingkat kerusakan yang terjadi.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Lantik 1.827 P3K Paruh Waktu, Begini Pesan Wali Kota
Sihabudin menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk perangkat desa, Koramil, dan Polsek.
“Kami juga memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk selalu waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” ujarnya.
Untuk memulihkan kondisi warga, dibutuhkan bantuan darurat berupa bahan bangunan untuk perbaikan rumah dan sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok. Masyarakat yang ingin memberikan bantuan dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi di nomor 0266-6323717.
Sampai berita ini diturunkan, proses assessment dan penanganan darurat masih terus berlangsung. BPBD Kabupaten Sukabumi akan memberikan perkembangan terbaru sesuai dengan kondisi di lapangan.

