Berita UtamaJawa Barat

Sampai Belajar Bahasa Sunda, Viral Warga Kalbar Mau Pinjam KDM Buat Perbaiki Jalan

×

Sampai Belajar Bahasa Sunda, Viral Warga Kalbar Mau Pinjam KDM Buat Perbaiki Jalan

Sebarkan artikel ini

BANDUNG – Sebuah video yang memperlihatkan kritik warga terhadap infrastruktur jalan rusak di Kalimantan Barat mendadak viral di media sosial. Alih-alih menyampaikan keluhan secara formal, seorang ibu rumah tangga memilih cara unik dan penuh sindiran dengan “meminjam” sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Video tersebut direkam di Desa Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Dalam rekaman itu, terlihat kondisi jalan yang rusak parah, dipenuhi lumpur hingga menyulitkan kendaraan yang melintas.

Dengan nada santai namun menyiratkan kekecewaan, ibu tersebut menyampaikan harapannya agar jalan di desanya segera diperbaiki.

Baca Juga: Halal Bihalal ASN, Bupati Sukabumi Tekankan Integritas dan Kinerja Pelayanan Publik

“Pinjam KDM dua bulan saja, pasti bagus jalan kami ini,” ucapnya dalam video yang beredar luas.

Pernyataan tersebut merujuk pada figur Dedi Mulyadi yang dikenal aktif dalam penanganan persoalan infrastruktur saat menjabat di Jawa Barat.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan kritik terbuka terhadap pemerintah daerah setempat. Ia mengaku tidak pernah melihat perhatian langsung dari pimpinan daerah terhadap kondisi jalan di wilayahnya.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Turun Hari Ini, 24 Karat di Rajaemas Rp2,2 Juta per Gram

“Saya juga tidak tahu gubernur kami ke mana, tidak pernah melihat ke sini,” katanya.

Kondisi jalan yang rusak tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada aktivitas warga sehari-hari. Kendaraan kerap kesulitan melintas, bahkan tak jarang terjebak di kubangan lumpur.

Dalam video itu pula terlihat anak-anak ikut merasakan dampaknya. Mereka berharap memiliki jalan yang layak agar bisa beraktivitas dengan nyaman, termasuk pergi ke sekolah tanpa hambatan.

Baca Juga: Aksi Cepat Petugas Selamatkan Pengunjung Terseret Ombak di Pantai Karang Naya

Respons warganet pun beragam. Sebagian besar menyampaikan simpati terhadap kondisi warga Sintang, sementara lainnya menilai cara penyampaian kritik tersebut cukup kreatif dan menyentuh.

Video ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan infrastruktur di daerah pelosok masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani pemerintah.