SUKABUMI — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menggeser fokus pelaksanaan Program Bangga Kencana ke arah penguatan data, inovasi lapangan, serta respons cepat terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Langkah ini mengemuka dalam Rapat Konsultasi Program Bangga Kencana yang digelar Selasa (31/3/2026), sebagai upaya membangun sistem kerja yang lebih adaptif hingga tingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, menegaskan bahwa tantangan kependudukan saat ini tidak bisa ditangani dengan pendekatan biasa. Dibutuhkan data yang presisi serta kolaborasi lintas sektor agar setiap program tepat sasaran.
Baca Juga: Ratna Istianah, Perempuan Sukabumi Sandang Gelar Doktor di Makasar Dengan Misi Jaga Suara Rakyat
“Ke depan, kekuatan kita ada pada data yang akurat dan mutakhir. Pendekatan by name by address harus benar-benar menjadi dasar dalam setiap intervensi program,” ujarnya, Jum’at (3/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi melalui sistem informasi keluarga (SIGA) sebagai alat utama dalam membaca kondisi riil masyarakat sekaligus menentukan arah kebijakan yang lebih efektif.
Namun demikian, sisi lain yang tak kalah penting adalah inovasi di tingkat wilayah. Setiap UPT didorong untuk tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga mampu menghadirkan solusi kreatif sesuai kebutuhan lokal.
Dalam konteks pembangunan keluarga, DPPKB juga mengaitkan langsung program Bangga Kencana dengan isu strategis daerah, seperti penanganan stunting, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dari aspek pelayanan, penguatan program Keluarga Berencana tetap menjadi prioritas. Berbagai kegiatan seperti DASHAT, pelayanan kesehatan reproduksi, hingga pemberdayaan kader di tingkat desa terus dioptimalkan. Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi pun dipastikan tetap terjaga guna menjamin akses layanan bagi masyarakat.
Baca Juga: Arus Kendaraan Meningkat 5 Kali Lipat, Jalur Sukabumi–Bogor Padat
Sementara itu, bidang pengendalian penduduk menempatkan kualitas data sebagai fondasi utama perencanaan. Pemutakhiran data secara berkala, integrasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas program.
Di sisi lain, penguatan ketahanan keluarga juga menjadi perhatian serius. Melalui berbagai program seperti Bina Keluarga Remaja (BKR), PIK-R, hingga Duta GenRe, DPPKB berupaya membangun generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Program lain seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) serta Lansia Berdaya (SIDAYA) turut didorong sebagai bagian dari pendekatan pembangunan keluarga yang menyeluruh, dari usia remaja hingga lanjut usia.
Melalui pendekatan yang lebih terintegrasi ini, DPPKB Kabupaten Sukabumi berharap pelaksanaan Program Bangga Kencana tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

