SUKABUMI – Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Raya Sukabumi–Bogor, tepatnya di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/5/2026) siang. Pantauan pada pukul 14.10 WIB menunjukkan antrean kendaraan mengular cukup panjang dari dua arah akibat adanya kegiatan pemangkasan pohon di sekitar Jembatan Leuwi Goong.
Dari arah Kota Sukabumi menuju Bogor, kendaraan terjebak macet mulai dari Simpang Ratu hingga Jembatan Sekarwangi. Sementara itu, kepadatan dari arah sebaliknya terjadi di sekitar kawasan Labora hingga Pasar Cibadak.
Kondisi tersebut dipicu oleh kegiatan pemangkasan dan penebangan pohon yang berada di pinggir Jalan Nasional Surya Kencana, tepatnya di wilayah Leuwi Goong. Posisi pohon yang sangat dekat dengan badan jalan membuat petugas harus memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga: Pengusaha China Surati Presiden Prabowo, Soroti Iklim Investasi di Indonesia
Sejumlah anggota kepolisian tampak disiagakan di lokasi untuk mengatur arus kendaraan. Sementara itu, proses pemangkasan dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD bersama instansi terkait.
Seorang pengendara, Indra Ramadan (45), mengaku sudah terjebak kemacetan cukup lama saat melintas dari arah Sukabumi menuju Bogor.
“Lumayan lama nih, macetnya panjang dari Jembatan Sekarwangi enggak bisa kencang-kencang bawa mobilnya. Tapi memang ini demi keselamatan juga, jadi harus sabar,” ujarnya kepada sukabumiku.id.
Baca Juga: Main Game Saat Rapat, Gerindra Bakal ‘Seret’ Anggota DPRD ke Mahkamah Partai
Hal serupa disampaikan pengendara lainnya, Lilis Khaerunnisa (33), yang melintas dari arah Bogor. Ia menilai kepadatan semakin terasa karena cuaca yang panas terik.
“Panas banget, jadi makin tidak nyaman. Tapi kalau pohonnya memang berbahaya, ya lebih baik dipotong sekarang daripada nanti tumbang,” katanya.
Sementara itu Lurah Cibadak, Ridwan Kurniawan menjelaskan bahwa kegiatan pemangkasan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap potensi bahaya. Pohon yang ditebang diketahui merupakan pohon mahoni tua yang sudah mati dan berisiko tumbang.
Baca Juga: Ide KDM Soal Jalan Berbayar Dinilai Rumit, Masalah Teknis dan Regulasi Disorot
“Kami tidak melakukan tindakan ini secara sembarangan. Masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan kekhawatiran, karena pohon tersebut dikhawatirkan rubuh kapan saja. Hal ini tentu sangat berisiko bagi keselamatan pengguna jalan, baik yang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat, maupun warga yang beraktivitas di sepanjang jalur tersebut,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, penanganan ini dilakukan bersama unsur Forkopimcam Cibadak setelah menerima berbagai laporan dari masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Meski menimbulkan kemacetan cukup panjang, langkah tersebut dinilai sebagai upaya pencegahan guna menghindari potensi kecelakaan yang lebih besar di kemudian hari. Terlebih, cuaca di lokasi saat kejadian terpantau cerah dengan kondisi panas terik, yang membuat aktivitas di lapangan tetap berjalan lancar.

