Kota Sukabumi

Idul Adha di Lapas Sukabumi, Pembinaan Warga Binaan Diperkuat Lewat Kurban

×

Idul Adha di Lapas Sukabumi, Pembinaan Warga Binaan Diperkuat Lewat Kurban

Sebarkan artikel ini
Pemotongan hewan kurban di Lapas Klas IIB Sukabumi, Kamis (28/05/2026). (Foto: Rizky Miftah/Sukabumiku.id)

SUKABUMI — Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sukabumi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan karakter bagi warga binaan pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Shalat Idul Adha yang diikuti oleh petugas dan warga binaan, dengan imam sekaligus khatib Ustadz Baden Badrudin dari Kementerian Agama Kota Sukabumi.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan petugas, kebersihan, serta aspek keamanan.

Baca Juga: Momentum Idul Adha, Hergun Berbagi Kurban untuk Wartawan Sukabumi

“Setelah proses penyembelihan selesai, seluruh area kegiatan dan peralatan langsung dibersihkan bersama sebagai bentuk kedisiplinan,” ujarnya, Kamis (28/05/2026).

Dalam kegiatan kurban tersebut, Lapas Sukabumi menyembelih 1 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Sebanyak 16 warga binaan turut dilibatkan setelah melalui proses seleksi oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan.

Menurut Budi, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan, tidak hanya dari sisi keterampilan, tetapi juga penanaman nilai sosial dan spiritual.

Baca Juga: PBHI Kritik Keras Militerisasi Ruang Sipil, Desak Pemerintah Jaga Supremasi Sipil

Ia menambahkan, Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat nilai keikhlasan dan kepedulian di lingkungan pemasyarakatan.

“Hari Raya Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan, baik bagi petugas maupun warga binaan,” katanya.

Daging hasil kurban kemudian didistribusikan kepada petugas, masyarakat sekitar, serta dimanfaatkan sebagai tambahan menu bagi warga binaan. Kegiatan juga diakhiri dengan makan bersama yang menciptakan suasana kekeluargaan di lingkungan Lapas.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Pantai Cibuaya Masih Sepi Pengunjung

Sementara itu, Ustadz Baden Badrudin menekankan bahwa ibadah kurban memiliki makna lebih dari sekadar ritual keagamaan.

Ia menjelaskan bahwa nilai utama kurban terletak pada keikhlasan dan pengorbanan, serta manfaatnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Nilai utama kurban terletak pada keikhlasan, pengorbanan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat melalui pembagian daging kepada yang membutuhkan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Sukabumi berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian sosial warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.