Berita Utama

AMP MBG Sukabumi Raya Bantah Isu Massa Bayaran, Sebut Dukungan Masyarakat Murni untuk Keberlangsungan Program

×

AMP MBG Sukabumi Raya Bantah Isu Massa Bayaran, Sebut Dukungan Masyarakat Murni untuk Keberlangsungan Program

Sebarkan artikel ini
Puluhan ribu masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli MBG saat melakukan longmarch ke Gedung DPRD Kota Sukabumi. (FOTO : Rizky Miftah/Sukabumiku.id)

PiSUKABUMI – Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (AMP MBG) Sukabumi Raya membantah isu yang menyebut peserta aksi dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan bayaran sebesar Rp100 ribu untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan menyusul munculnya informasi dari sejumlah daerah lain yang mengaitkan aksi dukungan terhadap MBG dengan dugaan mobilisasi massa berbayar.

Koordinator Lapangan AMP MBG Sukabumi Raya, Yandra Utama Santosa, menegaskan bahwa aksi yang digelar di Sukabumi merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang secara sukarela mendukung keberlanjutan program MBG.

Menurutnya, peserta aksi berasal dari berbagai unsur masyarakat yang selama ini merasakan manfaat langsung maupun tidak langsung dari keberadaan program tersebut.

“Terkait isu massa dibayar, kami memastikan hal itu tidak terjadi dalam aksi yang dilaksanakan di Sukabumi Raya. Masyarakat yang hadir datang atas kesadaran dan kepedulian mereka terhadap program MBG,” ujarnya.

BACA JUGA : AMP Sukabumi Raya Nilai MBG Jadi Solusi Gizi, Pendidikan, dan Penggerak Ekonomi Rakyat

Pihak aliansi menjelaskan bahwa peserta aksi tidak hanya berasal dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, tetapi juga dihadiri masyarakat dari sejumlah daerah sekitar seperti Cianjur, Bandung, dan Bogor.

Mereka menilai dukungan yang muncul merupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk mengawal program yang dianggap memiliki dampak positif terhadap sektor sosial dan ekonomi.

Menurut AMP MBG, keberadaan dapur-dapur MBG telah menciptakan perputaran ekonomi yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari petani, nelayan, pemasok bahan pangan, pelaku usaha lokal hingga pekerja sektor jasa.

“Program ini bukan hanya berbicara soal pemenuhan gizi. Ada dampak ekonomi yang dirasakan banyak pihak. Supplier bergerak, petani mendapat pasar, nelayan memperoleh manfaat, bahkan sektor jasa seperti transportasi juga ikut terdampak positif,” kata Yandra.

Aliansi juga menilai bahwa jika ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program, maka yang perlu diperbaiki adalah sistem dan pengawasannya, bukan menghentikan program secara keseluruhan.

“Kalau ada oknum yang melakukan pelanggaran atau penyimpangan, maka yang harus ditindak adalah oknumnya. Program yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas justru harus diperbaiki dan diperkuat,” tegasnya.

BACA JUGA : Ini Sejumlah Tuntutan Aliansi Masyarakat Peduli MBG Sukabumi

Melalui aksi tersebut, AMP MBG Sukabumi Raya kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus mendorong adanya evaluasi agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran.