SUKABUMI – Masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi yang beraktivitas di luar ruangan pada Senin (3/8/2026) perlu mengantisipasi kemungkinan turunnya hujan pada siang hingga sore hari.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat yang diperbarui pukul 05.40 WIB, kondisi cuaca pada pagi hari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB secara umum diprediksi cerah berawan hingga berawan.
Memasuki siang dan sore hari atau sekitar pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, potensi hujan ringan dalam skala lokal diperkirakan muncul di sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: SIM Keliling Polres Sukabumi Hadir di Pos Lantas Cidahu, Senin 3 Agustus 2026
Selain Sukabumi, potensi serupa diprakirakan terjadi di sebagian Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Cianjur, Karawang, Subang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Bandung, Sumedang, Garut serta Tasikmalaya.
Sementara pada malam hari pukul 19.00 hingga 01.00 WIB, cuaca Jawa Barat secara umum diprakirakan kembali berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan.
Kondisi serupa diperkirakan bertahan pada dini hari, mulai pukul 01.00 hingga 07.00 WIB.
BMKG memprakirakan suhu udara di wilayah Jawa Barat pada Senin berada pada kisaran 16 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 30 hingga 90 persen.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Mulai Benahi Parkir Wisata, 13 Pengelola Jadi Percontohan di Pantai IP Palabuhanratu
Adapun angin diperkirakan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 5 sampai 40 kilometer per jam.
Berbeda dengan sejumlah prakiraan sebelumnya, dalam informasi yang diperbarui BMKG pada Senin pagi tersebut tidak tercantum peringatan dini cuaca khusus untuk wilayah Jawa Barat.
Meski demikian, masyarakat Sukabumi yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan pada siang dan sore hari tetap dapat mengantisipasi kemungkinan hujan ringan yang bersifat lokal.
Prakiraan cuaca dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan kondisi atmosfer sehingga masyarakat disarankan memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.

