Politik

Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, Heri Gunawan Ajak Warga Sukabumi Jadi Pemilih Cerdas

×

Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, Heri Gunawan Ajak Warga Sukabumi Jadi Pemilih Cerdas

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pemilih. Karena itu, pendidikan politik yang berkelanjutan dinilai menjadi langkah strategis untuk membentuk masyarakat yang kritis, rasional, dan berintegritas menjelang Pemilu 2029.

Komitmen tersebut disampaikan Heri Gunawan saat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi di Hotel Horison Kota Sukabumi, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua KPU Kota Sukabumi Imam Sutrisno beserta Komisioner KPU Kota Sukabumi Seni Sonia Asih. Turut hadir sebagai narasumber Ateng Efendi dan Yudi Hermansyah, sementara jalannya diskusi dipandu moderator Rizki Miftah.

Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, komunitas seni, pegiat media sosial, organisasi masyarakat, hingga komunitas lainnya yang menjadi bagian penting dalam penguatan partisipasi demokrasi.

Dalam paparannya, Heri Gunawan mengatakan proses menuju Pemilu 2029 telah dimulai. Salah satu tahap penting yang tengah dipersiapkan ialah pembahasan Revisi Undang-Undang Pemilu sebagai dasar penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Menurutnya, terdapat sejumlah isu strategis yang akan menjadi fokus pembahasan, di antaranya penyempurnaan sistem pemilu legislatif, penataan ambang batas pencalonan, pemisahan pemilu nasional dan daerah, digitalisasi penyelenggaraan pemilu, hingga penguatan keterwakilan perempuan dalam politik.

“Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu menjadi momentum untuk memperkuat sistem demokrasi agar semakin adaptif, transparan, dan mampu menjawab tantangan ke depan,” ujar Heri Gunawan.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Kota Sukabumi pada Pemilu 2024 yang mencapai 82,88 persen. Namun demikian, angka partisipasi pada Pilkada Serentak 2024 yang berada di kisaran 67,68 persen menjadi catatan penting yang perlu ditingkatkan melalui edukasi politik secara berkelanjutan.

Heri menekankan bahwa masyarakat tidak cukup hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga harus mampu menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak, kapasitas, integritas, serta visi calon pemimpin.

“Demokrasi yang sehat lahir dari pemilih yang cerdas, bukan dari praktik politik uang ataupun informasi yang menyesatkan. Karena itu, kegiatan pendidikan politik seperti ini harus terus diperluas agar masyarakat semakin memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Sukabumi Imam Sutrisno menyampaikan bahwa pendidikan pemilih menjadi agenda yang terus dilakukan KPU, termasuk melalui program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

Menurutnya, generasi muda memiliki peran sangat besar dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia. Berdasarkan komposisi daftar pemilih, kelompok Milenial dan Generasi Z kini mendominasi lebih dari separuh jumlah pemilih sehingga perlu terus diberikan literasi politik yang sehat.

Diskusi berlangsung dinamis ketika Ateng Efendi dan Yudi Hermansyah menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pengawasan partisipatif, meningkatnya peran masyarakat sipil dalam mengawal proses demokrasi, serta tantangan politik lokal menjelang Pemilu 2029. Berbagai pertanyaan dan gagasan dari peserta turut memperkaya jalannya dialog.

Menutup kegiatan, Heri Gunawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pemilu sebagai sarana menentukan arah pembangunan bangsa melalui pilihan yang didasarkan pada pertimbangan objektif dan bertanggung jawab.

Ia berharap pendidikan politik yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat sekaligus melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik yang akan membawa Indonesia menuju demokrasi yang semakin matang pada Pemilu 2029.