SUKABUMI — Sejumlah persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, menjadi aspirasi yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. H. Yusuf Maulana melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat di desa tersebut pada Jumat (21/8/2026).
Dalam pertemuan itu, warga tidak hanya menyampaikan persoalan jalan, tetapi juga kebutuhan sarana dasar yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Yusuf Maulana Serap Aspirasi Warga Bantar Panjang, Jalan dan Air Bersih Jadi Sorotan
Beberapa aspirasi yang muncul di antaranya perbaikan jalan desa yang rusak, pembangunan atau perbaikan jalan gang, fasilitas mandi cuci kakus (MCK), serta akses dan sarana air bersih.
Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan terhadap sarana dan prasarana keagamaan serta dukungan bagi madrasah diniyah.
Berbagai persoalan tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi Yusuf untuk menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Baca Juga: Keluhan Data Desil Bermunculan, Pemprov Jabar Minta Warga Diberi Akses Pemutakhiran DTSEN
Menurut Yusuf, kebutuhan infrastruktur dan sarana dasar memang menjadi salah satu persoalan yang banyak disampaikan masyarakat dalam kegiatan pengawasan, reses, maupun silaturahmi.
“Semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat akan saya tampung, akan saya sampaikan, dan insyaallah mudah-mudahan segera ada realisasi dan solusi terbaik buat kita semua,” kata Yusuf.
Di sisi lain, Yusuf juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di wilayah Jampang Tengah.
Baca Juga: Cuaca Sukabumi 2 September Cerah Berawan, Warga Pesisir Selatan Waspadai Angin Kencang
Salah satunya perbaikan ruas jalan provinsi yang telah selesai dilaksanakan, meskipun menurutnya masih terdapat beberapa bagian yang membutuhkan penyempurnaan.
Penerangan Jalan Umum (PJU) juga telah terpasang di ruas tersebut. Infrastruktur itu diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jalur provinsi.
Namun, bagi warga Bantar Panjang, kebutuhan pembangunan tidak berhenti pada ruas jalan provinsi. Persoalan jalan lingkungan, air bersih, MCK, hingga sarana pendidikan keagamaan masih menjadi kebutuhan yang mereka sampaikan.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang akan dibawa dalam fungsi pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait. Yusuf berharap masukan masyarakat dapat menjadi dasar untuk mendorong penyelesaian persoalan yang masih dihadapi warga.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus menyerap aspirasi masyarakat dan mengawal pembangunan agar kebutuhan warga mendapat perhatian sesuai kewenangan pemerintah.

