SUKABUMI — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggelar program Pasar Murah di 30 titik yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Program tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan laju inflasi.
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meninjau langsung pelaksanaan Pasar Murah yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Lembursitu, Selasa (1/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ayep Zaki menyampaikan bahwa pelaksanaan Pasar Murah memanfaatkan dana insentif fiskal untuk stabilitas inflasi sebesar Rp2 miliar yang berhasil diperoleh Pemkot Sukabumi atas keberhasilan dalam pengendalian inflasi daerah.
“Pasar Murah ini memanfaatkan dana insentif stabilitas inflasi senilai Rp2 miliar yang kita dapatkan. Dana ini kita alokasikan untuk menggelar kegiatan di 30 titik di Kota Sukabumi,” ujar Ayep Zaki saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Harga komoditas yang ditawarkan dalam Pasar Murah tercatat sekitar 10 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Meski selisih harga relatif terbatas, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terpantau cukup tinggi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harga yang lebih ramah terhadap daya beli.
Ayep Zaki menilai tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa program Pasar Murah masih dibutuhkan sebagai salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Walaupun selisih harganya sekitar 10 persen, animo masyarakat sangat luar biasa. Mengingat permintaan warga yang terus berlanjut, insya Allah program Pasar Murah ini akan terus kita jalankan,” pungkasnya.
Pemkot Sukabumi berharap program tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Dengan tersedianya kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar.

