SUKABUMI — Pemerataan pembangunan di Kota Sukabumi dinilai perlu menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat lingkungan. Bukan hanya pembangunan berskala besar, tetapi juga fasilitas dasar yang digunakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menjadi salah satu catatan dari dialog Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. H. Yusuf Maulana, bersama masyarakat Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (23/8/2026).
Dalam kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tersebut, warga menyampaikan berbagai kebutuhan yang masih menjadi perhatian di lingkungan tempat tinggal mereka.
Baca Juga: Yusuf Maulana Dorong Perubahan APBD Jabar 2026 Lebih Berpihak pada Kebutuhan Masyarakat
Aspirasi yang disampaikan meliputi perbaikan jalan lingkungan dan jalan gang, penyediaan air bersih, pipanisasi, pengelolaan sampah, sarana Posyandu, hingga fasilitas keagamaan.
Beragam kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pembangunan yang dirasakan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan proyek infrastruktur berskala besar.
Kebutuhan yang berada lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari, seperti akses air bersih, jalan lingkungan, pengelolaan sampah dan fasilitas pelayanan masyarakat, juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup warga.
Baca Juga: Yusuf Maulana Serap Aspirasi Warga Sindangsari, Infrastruktur dan Air Bersih Jadi Sorotan
Yusuf Maulana mengatakan pembangunan harus memperhatikan kebutuhan masyarakat dari berbagai tingkatan, termasuk kebutuhan yang berada di lingkungan RT dan RW.
“Pembangunan bukan hanya tentang jalan besar dan infrastruktur yang berskala luas. Ada kebutuhan masyarakat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti jalan gang, air bersih, pipanisasi, pengelolaan sampah, Posyandu, dan fasilitas keagamaan,” ujar Yusuf.
Menurutnya, aspirasi yang muncul dalam dialog dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk melihat kebutuhan pembangunan secara lebih menyeluruh.
Baca Juga: Keluhan Warga Bantar Panjang Jadi Bahan Pengawasan DPRD Jabar
Ia menilai pembangunan yang merata perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat di tingkat lingkungan juga memperoleh perhatian, sesuai dengan kewenangan dan mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut tidak terdapat pekerjaan atau pembangunan tertentu di Kelurahan Sindangsari yang perlu diawasi secara khusus. Namun, pertemuan dengan masyarakat membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan yang mereka hadapi.
Yusuf memastikan aspirasi tersebut akan ditampung, dicatat, dan disampaikan kepada pihak terkait sesuai kewenangan.
Ia berharap kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan dapat menjadi bagian dari perhatian pembangunan sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan melalui proyek-proyek besar, tetapi juga hadir dalam fasilitas yang digunakan warga setiap hari.
Kegiatan dialog tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dari tingkat RT dan RW kepada wakil rakyat di tingkat Provinsi Jawa Barat.

