SUKABUMI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mengingatkan para orang tua untuk kembali memastikan kelengkapan imunisasi anak. Imbauan tersebut disampaikan seiring pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar yang berlangsung sepanjang Oktober 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan orang tua perlu memeriksa kembali catatan imunisasi anak untuk memastikan tidak ada jenis vaksin yang terlewat.
“Orang tua kami imbau untuk mengecek kembali status imunisasi anak. Jika masih ada imunisasi yang belum lengkap, dapat segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi sesuai kebutuhannya,” ujar Ida.
Program Bulan Imunisasi Kejar berlangsung mulai 2 hingga 31 Oktober 2026. Sasaran kegiatan ini mencakup bayi berusia 0 hingga 11 bulan, serta bayi usia 12 hingga 23 bulan yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah imunisasi menjadi prioritas, antara lain vaksin untuk memberikan perlindungan terhadap difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan polio. Pemberian imunisasi lainnya juga dapat dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan serta status imunisasi masing-masing anak.
Ida menekankan bahwa kelengkapan imunisasi merupakan salah satu bagian penting dalam upaya memberikan perlindungan kesehatan kepada anak sejak usia dini.
“Imunisasi menjadi salah satu upaya untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Karena itu, kami berharap orang tua tidak melewatkan kesempatan untuk melengkapi imunisasi anak,” katanya.
Untuk mendapatkan pelayanan imunisasi, orang tua dapat membawa anak ke fasilitas pelayanan imunisasi yang tersedia, termasuk Puskesmas dan Posyandu.
Dinkes Kota Sukabumi juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya imunisasi melalui unggahan di akun Instagram resminya pada 1 Oktober 2026. Pesan tersebut menekankan bahwa perlindungan kesehatan sejak dini diperlukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Melalui Bulan Imunisasi Kejar, Dinkes Kota Sukabumi berharap semakin banyak anak yang mendapatkan imunisasi sesuai jadwal dan kebutuhan, sekaligus mendorong orang tua lebih aktif memantau riwayat imunisasi buah hati mereka.

