Kabupaten Sukabumi

Gita Islami Jampangkulon, Guru hingga Kepala Sekolah Unjuk Talenta Keagamaan

×

Gita Islami Jampangkulon, Guru hingga Kepala Sekolah Unjuk Talenta Keagamaan

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Upaya meningkatkan kompetensi dan keteladanan tenaga pendidik dilakukan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, melalui kegiatan Gebyar Inovasi dan Talenta Islami (Gita Islami) Jilid I.

Kegiatan yang digelar di SDN 1 Bojonggenteng, Selasa (13/10/2026), ini menghadirkan suasana berbeda. Jika biasanya perlombaan keagamaan diikuti para siswa, kali ini guru PAI, guru kelas, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), hingga kepala sekolah turut ambil bagian sebagai peserta.

Sejumlah cabang lomba dipertandingkan, di antaranya Lomba Cerdas Cermat (LCC) PAI, Sahril Qur’an, dan menyanyi lagu Islami. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.

Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Ananda, mengatakan Gita Islami dirancang bukan sekadar sebagai ajang kompetisi untuk memperebutkan penghargaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat peran guru dalam membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan agama perlu diwujudkan melalui perilaku dan keteladanan para guru dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya disampaikan melalui materi pembelajaran di kelas.

“Lebih dari sekadar piala, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap guru adalah pendidik karakter. Nilai keislaman tidak hanya diajarkan lewat buku teks, tetapi harus tercermin dalam sikap, tutur kata, dan perilaku guru,” ujar Ahmad.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Dede Sudanta. Ia menilai pelibatan guru dari berbagai bidang dalam perlombaan keagamaan merupakan langkah positif untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pembentukan karakter di sekolah.

“Ini sangat luar biasa. Biasanya peserta kegiatan seperti ini adalah anak didik, namun kali ini panggung diberikan kepada tenaga pendidik. Tujuannya agar kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa semakin baik,” kata Dede.

Ia menegaskan, guru PAI memiliki peran strategis dalam membangun budaya religius di lingkungan pendidikan. Peran tersebut juga perlu didukung seluruh tenaga pendidik, termasuk guru mata pelajaran umum, agar nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan secara konsisten di sekolah.

“Keteladanan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik. Guru harus menjadi uswah, bukan hanya bagi murid, melainkan juga bagi sesama rekan sejawat,” tegasnya.

Sementara itu, Penasehat PGRI Kecamatan Jampangkulon, Ali Sutriono, berharap Gita Islami dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Ia menilai kolaborasi antara guru PAI, guru kelas, guru PJOK, dan kepala sekolah menjadi salah satu upaya membangun lingkungan pendidikan yang religius, harmonis, dan berkarakter.

Ali berharap nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada perlombaan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran maupun interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.

Melalui pelaksanaan Gita Islami Jilid I, KKG PAI Kecamatan Jampangkulon berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Sukabumi untuk mengembangkan program serupa.

Dengan demikian, penguatan kompetensi guru dapat berjalan beriringan dengan pembentukan karakter peserta didik, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan akhlak mulia dan nilai-nilai keislaman.