SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki memimpin apel pagi sekaligus melepas peserta program Pasim Go yang dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapang Apel Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Senin (19/10/2026).
Pelepasan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam menanggulangi pengangguran melalui penyiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan kesiapan bersaing di pasar kerja internasional.
Sebanyak 40 peserta mengikuti program Pasim Go untuk memperoleh kesempatan bekerja di luar negeri. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja di tingkat internasional.
Dalam sambutan dan arahannya, Ayep Zaki mengapresiasi Pasim Go serta berbagai lembaga pelatihan yang telah berkontribusi mempersiapkan masyarakat untuk memasuki dunia kerja.
Ia menegaskan bahwa penanganan pengangguran menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Sukabumi. Menurutnya, persoalan pengangguran harus ditangani melalui berbagai upaya produktif, baik dengan mendorong masyarakat bekerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
“Pengangguran harus kita selesaikan bersama. Masyarakat harus memiliki aktivitas yang produktif, baik dengan bekerja, berwirausaha, maupun membangun usaha. Pemerintah Kota Sukabumi mendukung berbagai upaya yang dapat membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ayep Zaki.
Ia juga menekankan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja harus didukung profesionalisme, integritas, kedisiplinan, dan kompetensi yang memadai. Masyarakat didorong untuk terus meningkatkan keterampilan agar mampu bersaing dan memanfaatkan peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Menurut Ayep, pemerintah daerah tidak semata-mata menjadi tempat untuk mencari pekerjaan, tetapi juga harus dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengembangkan potensi diri, membangun usaha, serta memanfaatkan berbagai peluang ekonomi yang tersedia.
Ayep menyambut baik program Pasim Go yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan karier di luar negeri. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri secara optimal, terutama dalam hal keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan.
“Kesempatan bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan dengan baik. Para peserta perlu menunjukkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memiliki kedisiplinan dan kompetensi agar dapat bersaing dan bekerja dengan baik di negara tujuan,” demikian pesan Ayep kepada para peserta.
Ia turut mengapresiasi lembaga-lembaga yang berperan dalam pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia, di antaranya Pasim, Politeknik, Taman Siswa (Tamsis), Delta, serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pelatihan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan kompetensi sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja di tingkat internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Ayep juga mengingatkan aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi mengenai pentingnya kedisiplinan kerja, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan kehadiran pegawai. Ia menegaskan bahwa tingkat kehadiran di bawah 95 persen akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari evaluasi kedisiplinan aparatur.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kepada perwakilan peserta program Pasim Go sebagai tanda pelepasan calon pekerja migran Indonesia menuju negara tujuan.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Sukabumi berharap semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan, serta memperluas pengalaman profesional di tingkat internasional.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan berbagai pihak terkait diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi.

