Kota Sukabumi

Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Kota Sukabumi, 40 Penarik Becak Segera Terima Becak Listrik

×

Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Kota Sukabumi, 40 Penarik Becak Segera Terima Becak Listrik

Sebarkan artikel ini
Puluhan beca listrik pemberian Presiden Prabowo saat tiba di Kota Sukabumi. (FOTO : Rizky/Sukabumiku.id)

SUKABUMI – Transformasi transportasi tradisional mulai disiapkan di Kota Sukabumi. Sebanyak 40 penarik becak konvensional bakal menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini tidak hanya diharapkan meringankan pekerjaan para pengayuh becak, tetapi juga membuka peluang pengembangan transportasi wisata perkotaan.

Puluhan unit becak listrik tersebut telah tiba di Kota Sukabumi dan saat ini disimpan di Gedung Juang 45. Kendaraan itu masih menjalani proses perakitan serta pemeriksaan akhir sebelum diserahkan kepada para penerima manfaat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, Iskandar, mengatakan calon penerima bantuan telah melalui tahapan verifikasi dan validasi untuk memastikan penyaluran sesuai kriteria yang ditetapkan.

Menurutnya, salah satu persyaratan utama adalah calon penerima merupakan pengemudi becak konvensional yang berdomisili di Kota Sukabumi dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) setempat.

“Dari hasil verifikasi dan validasi, ditetapkan sekitar 40 pengemudi becak konvensional. Penilaian didasarkan pada data administrasi, yakni pengemudi becak asli Kota Sukabumi yang dibuktikan dengan KTP,” ujar Iskandar.

Tak hanya menyiapkan kendaraan, para calon penerima juga telah mengikuti pelatihan teori dan praktik untuk memahami cara pengoperasian becak listrik. Pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar kendaraan dapat digunakan secara optimal setelah diserahkan.

Pemerintah Kota Sukabumi menjadwalkan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wali Kota di Balai Kota setelah 17 Oktober 2026.

Di balik penyaluran bantuan tersebut, muncul peluang baru bagi pengembangan sektor pariwisata Kota Sukabumi. Becak listrik direncanakan tidak hanya digunakan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi alternatif kendaraan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sejumlah kawasan perkotaan.

Iskandar menyebutkan, konsep becak wisata masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, terutama menyangkut aspek teknis dan mekanisme operasional bersama para penarik becak.

“Ada rencana dijadikan becak wisata karena jangkauannya cocok untuk keliling kota. Namun, secara teknis masih akan dibahas dan didiskusikan lebih lanjut bersama para pengayuh becak,” jelasnya.

Sementara itu, Person in Charge (PIC) penyaluran program becak listrik Kota Sukabumi, Sandi Fathurahman, memastikan persiapan calon penerima manfaat telah diselesaikan, termasuk verifikasi ulang dan pelatihan pengoperasian kendaraan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi dorongan ekonomi bagi para penarik becak, terutama di tengah tantangan mempertahankan pendapatan dari moda transportasi konvensional.

Pengembangan becak wisata juga dinilai berpotensi membuka sumber pendapatan tambahan apabila didukung dengan pengelolaan dan penataan operasional yang tepat.

Sejumlah lokasi strategis mulai dipertimbangkan sebagai titik pangkalan dan penjemputan penumpang, di antaranya kawasan stasiun kereta api dan terminal.

Lokasi tersebut diproyeksikan dapat memudahkan wisatawan mengakses layanan becak listrik untuk berkeliling Kota Sukabumi. Namun, penetapan titik operasional masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh penyaluran kendaraan kepada para penerima, tetapi juga oleh keberlanjutan pemanfaatannya. Pendampingan pengemudi, pengaturan pangkalan, perawatan kendaraan, serta kejelasan skema layanan menjadi sejumlah aspek penting agar bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi.

Dengan persiapan yang matang, becak listrik diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi transportasi tradisional sekaligus membuka peluang pengembangan wisata perkotaan di Sukabumi.