Sukabumi

Bappeda Kota Sukabumi Pantau Inflasi

×

Bappeda Kota Sukabumi Pantau Inflasi

Sebarkan artikel ini
RAKOR INFLASI

SUKABUMIKU.id— Meskipun nilai inflasi Kota Sukabumi relatif masih tergolong aman dan terkendali. Namun, berbagai program penanganan inflasi terus dilakukan. Seperti halnya, dengan melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), serta rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus dilakukan.

“Alhamdulillah, sejauh ini inflasi di Kota Sukabumi masih dalam ambang tidak membahayakan,” ujar kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, Kamis (9/11/2023).

Sedangkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sambung Erni, untuk nilai inflasi di Kota Sukabumi pada Oktober 2023 perhitungan secara month to month (m-to-m) sebesar 0,05, persen. Kemudian, inflasi year on year (YOY) mencapai 2,27 persen. Sementara penyumbang utama inflasi (m-to-m) di antaranya, komoditas bensin, beras, cabai merah, cabai rawit, dan nasi dengan lauk. Sedangkan, komoditas penyumbang deflasi diantaranya, telur ayam ras, bawang merah, tomat, daging ayam ras, dan bawang putih.

“Makanya, kami juga terus melakukan koordinasi dengan lintas sector, terutama dengan BPS sebagian lembaga yang mengupdate data inflasi,” ungkapnya.

Begitu juga, kata Erni, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, di bulan Oktober 2023, beberapa komoditas menunjukan alami kenaikan harga. Seperti, cabai merah TW semula Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kg, cabai merah besar dari Rp48 ribu menjadi Rp55 ribu per kg, cabai rawait merah yang hargnaya saat ini tembus diangka Rp80 ribu pr kg, cabai merah keriting keriting dari Rp52 ribu menjadi Rp60 riu per kg, buncissemula Rp20 ribu kini diangka Rp25 ribu per kg. Kemudian, beras Ciherang Cianjur per kg masih di jual Rp14 ribu, Cianjur II Rp13.500 per kg, Ciherang Sukabumi Rp13.500 per kg, beras premium kelas I sebesar Rp14 ribu per kg, dan untuk beras jenis medium lokal terenndah Rp13.500 per kg.”Jadi, beberapa komoditas tersebut di Oktrober 2023 alami kenaikan harga,” terangnya.

Namun yang terpenting, aku Erni, dalam pengendalian inflasi, pihaknya bersama dinas dan lembaga lainya, akan terus melakukan analisa terhadap sumber atau potensi tekanan, serta melakukan inventarisasi data dan informasi perkembangan harga barang dan jasa secara umum.

“Termasuk, menganalisis stabilitas permasalahan perekonomian daerah, yang dapat mengganggu stabilitas harga dan keterjangkaun barang dan jasa,” pungkasnya. (sei)