SUKABUMI – Kantor Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi meluncurkan Program Saba Desa 2026 sebagai upaya memperkuat pelayanan publik dan memastikan kehadiran pemerintah hingga ke tingkat kampung. Program ini dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Camat Cisolok Okih Fazri Assidiq mengatakan, Saba Desa bukan sekadar agenda kunjungan formal, melainkan sarana untuk menyerap aspirasi dan mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah kecamatan dapat memperoleh gambaran nyata kondisi masyarakat.
“Kami ingin hadir secara langsung di tengah masyarakat. Melihat kondisi lapangan, berdialog, sekaligus memastikan setiap program desa berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat,” ujar Okih, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Suara Dentuman Misterius Disertai Kilatan Cahaya Hebohkan Warga Cipanas Cianjur
Dalam pelaksanaannya, jajaran Kecamatan Cisolok akan menyambangi seluruh desa di wilayahnya. Hingga tahap awal, dua desa telah dikunjungi, yakni Desa Cicadas dan Desa Sirnaresmi. Pada setiap kunjungan, dilakukan dialog bersama warga, peninjauan fasilitas umum, pembinaan aparatur desa, serta evaluasi pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa.
Selain itu, tim kecamatan juga melakukan pemantauan pembangunan fisik dan nonfisik, pelayanan administrasi kependudukan, konsultasi perizinan, serta menerima pengaduan masyarakat secara langsung. Okih menegaskan pentingnya disiplin aparatur desa sebagai ujung tombak pelayanan publik.
Program Saba Desa 2026 juga diarahkan untuk menjawab berbagai isu strategis, mulai dari penanganan stunting, kemiskinan, kebencanaan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Menurut Okih, banyak persoalan yang tidak selalu tertuang dalam laporan tertulis, namun dapat dirasakan ketika pemerintah turun langsung ke lapangan.
Baca Juga: Tragedi Jetski Pantai Buffalo Sukabumi, Jenazah WNA Arab Saudi Dibawa ke Jakarta
“Pemerintah tidak boleh hanya dirasakan di kantor. Pemerintah harus hadir di kampung-kampung dan rumah warga. Itulah semangat Saba Desa,” katanya.
Program Saba Desa 2026 dijadwalkan berlangsung dari Januari hingga Maret 2026 dengan melibatkan Camat, Sekretaris Kecamatan, para kepala seksi beserta staf, serta pemerintah desa setempat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa dan menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif.

