JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) melakukan kunjungan kerja ke Kota Depok. Dalam kunjungannya, Dedi mengapresiasi perubahan kondisi Kota Depok yang dinilainya semakin bersih dan tertata.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wali Kota Depok. Dedi meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur, termasuk inovasi Pemerintah Kota Depok dalam menangani persoalan sampah sungai serta pelaksanaan bursa kerja yang diikuti sejumlah perusahaan.
Dikutip dari Bapenda Jabar, Kamis (24/9/2026), salah satu hal yang menjadi perhatian Dedi adalah keberadaan mesin pembersih sampah sungai atau ponton yang dimiliki Pemkot Depok.
Ponton tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp7 miliar.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyampaikan dukungannya terhadap pembenahan sejumlah infrastruktur di Kota Depok, termasuk kawasan Jalan Raya Margonda.
Perbaikan tersebut mencakup penerangan jalan umum (PJU) serta penataan trotoar agar kondisi jalan menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.
Penduduk Depok Capai 2,3 Juta Jiwa
Dalam pertemuan dengan Pemerintah Kota Depok, turut dibahas kondisi demografi dan perekonomian daerah tersebut.
Kota Depok diketahui memiliki jumlah penduduk sekitar 2,3 juta jiwa dengan APBD mencapai Rp4,3 triliun.
Sementara itu, tingkat pengangguran di Kota Depok berada di angka 6,9 persen dari total angkatan kerja.
Dedi Mulyadi Tinjau Bursa Kerja
Selain persoalan kebersihan dan infrastruktur, Dedi juga meninjau pelaksanaan bursa kerja atau job fair yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja.
Sejumlah perusahaan turut membuka kesempatan kerja dalam kegiatan tersebut.
Salah satunya PT YKK, perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan ritsleting. Perusahaan asal Jepang tersebut disebut mempekerjakan sekitar 1.200 orang dengan standar upah yang mencapai sekitar Rp5,7 juta.
Dedi juga berdialog dengan pekerja Panasonic. Dalam kesempatan itu, seorang pekerja muda asal Bekasi menyampaikan bahwa dirinya memperoleh penghasilan di atas Rp6 juta.
Persoalan penerangan jalan juga menjadi perhatian ketika seorang pekerja menyampaikan kondisi jalan yang masih minim penerangan di sekitar Jalan Juanda.
Dedi kemudian meminta agar persoalan PJU tersebut mendapat perhatian.
Ada Target Kirim 1.000 Pekerja ke Jepang
Dalam kegiatan tersebut, terdapat pula lembaga pelatihan kerja yang membuka peluang bagi warga Jawa Barat untuk bekerja di Jepang.
Lembaga yang dikelola oleh warga negara Jepang tersebut memiliki target mengirim hingga 1.000 tenaga kerja asal Jawa Barat ke Jepang dalam kurun waktu lima tahun.
Sementara itu, sektor perhotelan juga ikut membuka peluang pekerjaan.
Salah satu hotel di Depok disebut tengah membuka sekitar 250 posisi pekerjaan. Sekitar 45 persen dari kebutuhan tenaga kerja tersebut ditargetkan berasal dari warga asli Depok yang sebelumnya bekerja di Jakarta.
Kesempatan kerja juga dibuka oleh sektor ritel. Alfamart disebut menyediakan sekitar 300 hingga 500 lowongan, termasuk 100 posisi yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.
Kunjungan Dedi Mulyadi ke Kota Depok tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam persoalan infrastruktur, kebersihan kota, serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.(SE)

