JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan segera menunjuk gubernur baru Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Juli 2026.
Nama Destry Damayanti disebut menjadi kandidat terkuat untuk memimpin bank sentral. Informasi tersebut mengemuka berdasarkan laporan Reuters yang mengutip sumber yang mengetahui proses pencalonan.
Salah satu sumber menyebut pemerintah ingin mempercepat proses penunjukan agar pasar keuangan memperoleh kepastian setelah pengunduran diri Perry Warjiyo karena alasan pribadi.
Baca Juga : Resep Es Kopi Susu Gula Aren Creamy dengan Sentuhan Sea Salt
Selain Destry, sumber lain menyebut Kantor Presiden telah mengirimkan lebih dari satu nama calon kepada DPR untuk diproses lebih lanjut.
“Destry adalah kandidat terdepan,” kata salah satu sumber kepada Reuters, Kamis (6/8/2026).
Menurut sumber tersebut, Destry dinilai memiliki kredibilitas di mata pelaku pasar serta menjalin hubungan kerja yang baik dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa maupun Presiden Prabowo Subianto.
DPR Segera Gelar Uji Kelayakan
Proses penunjukan gubernur BI selanjutnya akan bergulir di DPR.
Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) diperkirakan dimulai setelah masa reses DPR berakhir pada 14 Agustus 2026.
Hingga berita ini ditulis, Destry Damayanti, Ketua DPR, maupun juru bicara Presiden belum memberikan tanggapan terkait kabar tersebut.
Sementara itu, Bank Indonesia juga belum memberikan komentar karena keputusan penunjukan gubernur berada di tangan Presiden dan DPR.
Pengunduran Diri Perry Jadi Sorotan
Mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur BI turut memunculkan perhatian terhadap independensi bank sentral.
Selama ini BI menghadapi tantangan menjaga stabilitas moneter di tengah target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan akibat keluarnya modal asing yang dipicu berbagai sentimen global maupun domestik.
Destry sendiri bukan sosok baru di Bank Indonesia. Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan otomatis menjadi pejabat nomor dua di bank sentral sebelum ditunjuk sebagai pelaksana tugas gubernur.
Selain Destry, Deputi Gubernur BI Aida Budiman juga disebut berpeluang mengisi posisi Deputi Gubernur Senior BI.
Kebijakan Moneter Diprediksi Tetap Berlanjut
Destry memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan. Sebelum bergabung dengan BI, ia pernah berkarier di Citibank, Bank Mandiri, serta menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo, BI sempat menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin pada Mei hingga Juni 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah.
Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah disebut tidak menginginkan perubahan besar terhadap arah kebijakan moneter.
Fokus utama pemerintah adalah menjaga koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah agar stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Sesuai aturan, Presiden memiliki kewenangan mengajukan maksimal tiga nama calon gubernur BI kepada DPR. Selanjutnya, DPR memiliki waktu satu bulan untuk memberikan persetujuan atau penolakan terhadap calon yang diajukan.(SE)

