Di Sukabumi Janda Muda Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi Bercerai

OLAH TKP: Polres Sukabumi Kota saat melakukan identifikasi korban tewas gantung diri di Jalan Palasari Selatan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Foto:Istimewa

SUKABUMIKU.id– Seorang janda muda di Sukabumi ditemukan tewas gantung diri di kediamannya di Jalan Palasari Selatan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Korban yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) diduga tewas karena depresi bercerai dengan suaminya sekitar pukul 13.00 waktu setempat, Senin (21/03/2022).

“Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, kami menemukan almarhum YT masih tergantung dirumahnya. Almarhum ditemukan masih tergantung dengan seutas tali berwarna kuning yang melilit lehernya,” ujar Kapolsek Warudoyong kepada awak media.

Berdasarkan hal tersebut, petugas Kepolisian yang berada dilokasi, langsung meminta keterangan saksi-saksi yang berada dilokasi kejadian.

” Berdasarkan keterangan saksi mata DS (49) awal mula dirinya mengetahui anaknya meregang nyawa pada saat dirinya hendak memberikan obat kepada almarhum. Namun, dirinya sontak histeris saat melihat almarhum telah meninggal dunia dengan posisi tergantung,” jelasnya.

Dikatakannya, berdasarkan keterangan tersebut dirinya langsung melakukan koordinasi kepada Polres Sukabumi Kota atas kejadian tersebut.

“Kami mendapatkan keterangan saksi mata, bahwa almarhum mengalami depresi dikarenakan kurang lebih 1 tahun bercerai dengan suaminya. Setelah dilaporkan kepada pimpinan (Kapolres Sukabumi Kota), juga dilakukan identifikasi oleh Inafis Polres Sukabumi Kota, kami menyarankan proses autopsi jenazah, agar diketahui penyebab meninggalnya almarhum,” ungkapnya.

Namun, setelah dilakukan penjelasan kepada pihak keluarga almarhum, terkait proses autopsi yang dilakukan agar mengetahui sebab meninggalnya almarhum, dirinya mengatakan bahwa, pihak keluarga menolak proses autopsi atas jenazah almarhum.

“Setelah diberikan penjelasan kepada pihak keluarga, mereka menolak proses autopsi kepada jasad almarhum. Dan itu diperkuat dengan bukti surat penolakan proses autopsi, yang disaksikan juga oleh Lurah Sukakarya serta Ketua RT setempat,” pungkasnya. (Eri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.