SUKABUMI – Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan pemantauan langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pangan pasca Hari Raya Iduladha.
Berdasarkan hasil peninjauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil. Harga daging sapi berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram, telur ayam sekitar Rp28 ribu per kilogram, sementara stok beras dan minyak goreng dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah harga-harga relatif stabil. Daging ayam, daging sapi, telur, semuanya masih terkendali,” ujar Rizal kepada awak media.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi Sabtu 30 Mei 2026, BMKG Prediksi Berawan di Seluruh Wilayah
Meski demikian, pihaknya menemukan adanya lonjakan harga pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian khusus Bulog untuk ditelusuri lebih lanjut.
“Yang agak mahal saat ini cabai rawit merah. Kalau cabai merah keriting relatif aman. Ini yang akan kami cek kenapa harganya bisa naik sampai Rp100 ribu per kilogram,” katanya.
Selain memantau harga, Rizal juga memastikan pasokan Minyakita dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kondisi aman. Dari hasil dialog dengan pedagang dan pembeli, distribusi kedua komoditas tersebut dinilai berjalan lancar.
Baca Juga: Viral Tuduhan ‘Tukang Tipu’ di SPBU Cimaja Berakhir Damai, Human Error Jadi Fakta Sebenarnya
“Minyakita tidak ada kendala. Saya tadi tanya langsung kepada pedagang dan masyarakat, semuanya mengatakan pasokannya tersedia. Beras SPHP juga bagus dan tersedia di sini,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa stabilitas harga tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan barang, tetapi juga transparansi informasi kepada masyarakat. Untuk itu, ia mendorong agar Pasar Cisaat dilengkapi papan informasi Harga Eceran Tertinggi (HET) di area pintu masuk.
“Di Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah banyak pasar yang memasang informasi HET. Saya berharap Pasar Cisaat juga bisa menjadi contoh di Jawa Barat. Jadi masyarakat bisa langsung melihat harga beras, minyak, gula, telur, daging, terigu, dan kebutuhan pokok lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: BGN Bongkar Alasan 12 SPPG di Kota Sukabumi Ditutup Sementara
Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga menyinggung distribusi Minyakita yang masih terbatas. Saat ini, Bulog hanya mendapatkan alokasi sekitar 35 persen dari kuota Domestic Market Obligation (DMO) nasional yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan.
Bulog pun mengusulkan agar porsi distribusi Minyakita dapat ditingkatkan menjadi 65 persen, sehingga penyaluran ke pasar rakyat bisa lebih luas dan merata.
“Minyakita ini berbeda dengan beras SPHP. Kalau SPHP stoknya aman karena dikelola langsung oleh Bulog. Sedangkan Minyakita hanya dititipkan kepada Bulog untuk disalurkan, sementara barangnya berasal dari produsen minyak,” terangnya.
Baca Juga: Janji Proyek Desa Berujung Penipuan, Kades di Cimanggu Sukabumi Diringkus Polisi
Rizal memastikan stok beras SPHP yang dimiliki Bulog dalam kondisi aman dan siap disalurkan kapan saja guna menjaga stabilitas harga pangan.
“Kalau SPHP aman sekali, tidak ada masalah. Stok tersedia dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

