SUKABUMI – Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak menembus level USD 103 per barel pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Dilansir dari suara.com, harga WTI sempat turun ke kisaran USD 101 per barel setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan serangan militer ke Iran atas permintaan sekutu Teluk Persia.
Namun, harga minyak kembali berbalik menguat hingga mencatat kenaikan harian sekitar 1,30 persen pada penutupan perdagangan di New York.
Baca Juga : Bubur Ayam Mang Uden Jadi Rekomendasi Sarapan Pagi bagi Wisatawan di Sukabumi
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan perubahan strategi, melainkan penundaan taktis sebelum kemungkinan operasi militer lanjutan dilakukan.
“Kami belum akan meninggalkan Iran,” ujar Trump kepada awak media.
Ia juga menyebut Amerika Serikat masih membuka peluang untuk mengambil langkah militer tambahan terhadap Teheran dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga : Resep Sayur Kacang Merah Simpel, Gurih Asam Manis dan Bikin Nagih
Ketegangan tersebut memicu respons dari pemerintah Iran yang menyatakan kesiapan penuh menghadapi segala bentuk ancaman militer.
Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz turut memperbesar kekhawatiran pasar. Jalur pelayaran strategis itu dilaporkan masih mengalami gangguan sehingga arus kapal tanker minyak turun drastis menjadi kurang dari 10 kapal per hari dari kondisi normal yang mencapai lebih dari 120 kapal per hari.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan meningkatkan premi risiko perang di pasar minyak dunia.
Baca Juga : Resep Sambal Krispi Pedas Gurih, Kriuknya Bikin Nagih dan Cocok Jadi Teman Makan
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak juga didorong data American Petroleum Institute (API) yang mencatat penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat sebesar 9,1 juta barel. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan proyeksi pasar sebesar 3,4 juta barel.
Secara teknikal, harga minyak WTI saat ini bertahan di kisaran USD 103,35 hingga USD 103,42 per barel dan masih berpotensi menguat menuju level USD 108 per barel.(SE)

