Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Hujan 2 Hari Picu Rangkaian Bencana di 5 Kecamatan Sukabumi

×

Hujan 2 Hari Picu Rangkaian Bencana di 5 Kecamatan Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Hujan deras selama dua hari berturut-turut memicu serangkaian tanah longsor di lima kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jumat hingga Sabtu (21-22/11/2025). Meski menyebabkan kerusakan properti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam seluruh kejadian.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, dalam laporannya menjelaskan bencana pertama terjadi di Kecamatan Cikakak, Sabtu (22/11) sore. Material longsor merusak Tembok Penahan Tanah (TPT) Madrasah Diniyah Hidayatul Athfal di Kampung Gandasoli dan Cikurutug, serta menimpa rumah warga bernama Kamal. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri.

Pada waktu yang hampir bersamaan, longsor terjadi di Kampung Babakan Peundeuy, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda. Warga setempat telah mengungsi lebih dulu setelah melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

Baca Juga: Keluarga Terduga Pelaku Penamparan Anak SMK di Ciracap Angkat Bicara

“Longsoran mengancam tujuh unit rumah dan merusak jalan lingkungan yang tergerus aliran sungai,” tutur Daeng.

Di Kecamatan Simpenan, bencana sudah terjadi sejak Jumat malam. Longsor menghancurkan dapur rumah Saim dan merusak atap rumah Ayi Rohmat. “Kedua keluarga selamat tanpa cedera meski bangunan rumah mengalami kerusakan,” tambah laporan tersebut.

Sementara di Kecamatan Cibadak, tebing setinggi 2,5 meter runtuh di Kampung Pangasahan pada Jumat pagi, mengancam rumah dua warga. Kejadian terakhir tercatat di Kampung Cikareo, Cicantayan, dimana longsoran menghantam TPT sepanjang 20 meter dan merusak dapur rumah warga.

Baca Juga: Memukau! Satu Dekade Classic Biker Palabuhanratu Pamerkan Motor Tua hingga Chopper Custom

BPBD mengaku telah memantau seluruh kejadian melalui jejaring Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), radio komunikasi, dan aplikasi peringatan dini.

“Kami terus memonitor kondisi lapangan dan melakukan koordinasi dengan P2BK serta pemerintah desa untuk memastikan keselamatan warga,” tegasnya.

Mengingat cuaca berpotensi hujan masih berlanjut, BPBD mengimbau warga di daerah lereng dan dekat aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan.