Nasional

Indonesia dan Jepang Dijadwalkan Teken Kerja Sama Pertahanan, Menhan Jepang Tiba di Indonesia

×

Indonesia dan Jepang Dijadwalkan Teken Kerja Sama Pertahanan, Menhan Jepang Tiba di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro (kanan) di Bandara Seorang, Tangerang, Minggu (3/6/2026).(DOK. Setjen Infohan Kemhan)

SUKABUMI – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan menandatangani kerja sama pertahanan dengan Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro pada Senin (4/5/2026).

Dilansir dari Kompas.com, penandatanganan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Defence Minister Meeting (DMM) RI–Jepang 2026 yang digelar di Kementerian Pertahanan RI.

Dalam siaran pers yang diterima, disebutkan bahwa kerja sama tersebut merupakan Defence Cooperation Arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan.

Baca Juga : Resep Pepes Ikan Kembung ala Sukabumi, Praktis dan Kaya Rasa

Koizumi Shinjiro bersama delegasi diketahui telah tiba di Indonesia melalui VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu (3/5/2026). Kedatangannya disambut langsung oleh Sjafrie Sjamsoeddin beserta sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan.

Setibanya di Indonesia, delegasi Jepang langsung menghadiri jamuan makan malam resmi di Bali yang dipimpin Menhan RI. Agenda tersebut menjadi bagian dari cultural visit dalam forum bilateral kedua negara.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, kegiatan jamuan resmi tersebut merupakan tradisi dalam pertemuan bilateral maupun multilateral sebagai sarana memperkenalkan budaya negara tuan rumah.

Baca Juga : Ujian Mental Persib! Hadapi PSIM Yogyakarta di Tengah Isu Panas, Maung Bandung Incar Jalur Juara

Selanjutnya, pada Senin pagi, kedua menteri pertahanan dijadwalkan bertolak dari Bali menuju Jakarta untuk menghadiri agenda utama Defence Minister Meeting RI–Jepang 2026.

Pertemuan tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan Jepang, khususnya di sektor pertahanan dan keamanan kawasan.(SE)