Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Innalillahi! Nenek 60 Tahun Tewas Tertemper KA Pangrango di Cibadak

×

Innalillahi! Nenek 60 Tahun Tewas Tertemper KA Pangrango di Cibadak

Sebarkan artikel ini
Petugas melakukan penanganan setelah seorang warga tertemper KA Pangrango di wilayah Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/9/2026). (Foto: Fajar Sidik/Sukabumiku.id)

SUKABUMI – Seorang warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi–Bogor, Kamis (24/9/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.20 WIB di Km 43+1/2 petak jalan Cisaat–Cibadak, tepatnya di wilayah Kampung Babakan, Desa Karangtengah.

Korban diketahui bernama Mimin, warga setempat. Berdasarkan keterangan Ketua RW Fizar Muhtar, korban baru saja menjual limbah kardus kepada pengepul yang lokasinya berada di seberang jalur rel sebelum kejadian.

Baca Juga: Rem Diduga Blong, Motor Berisi Tiga Orang Terjun ke Jurang di Cipecang

“Korban habis menjual limbah kardus. Saat hendak pulang dan menyeberangi rel, kereta sudah dekat,” ujar Fizar.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi petugas kepolisian ke RSUD Sekarwangi untuk penanganan lebih lanjut.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membenarkan adanya insiden orang tertemper KA Pangrango PLB 227A relasi Sukabumi–Bogor Paledang tersebut.

Baca Juga: Ngoet Fest Jadi Kambing Hitam? GMNI Minta Pemkot Sukabumi Bongkar Ulang Aturan Hiburan

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, setelah menerima laporan kejadian, petugas pengamanan dari Stasiun Karangtengah langsung menuju lokasi. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap rangkaian KA Pangrango untuk memastikan tidak terdapat gangguan yang dapat membahayakan perjalanan.

“Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rangkaian KA Pangrango. Setelah dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdapat gangguan yang membahayakan perjalanan, kereta dapat kembali melanjutkan perjalanan,” ujar Franoto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA Pangrango mengalami keterlambatan sekitar tiga menit. Setelah pemeriksaan selesai dan rangkaian dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan.

Baca Juga: Hari Tani Nasional 2026, Heri Gunawan : Momentum Memperkuat Kedaulatan Agraria dan Kesejahteraan Petani

Insiden ini kembali menjadi pengingat mengenai risiko berada di area jalur kereta api. KAI Daop 1 Jakarta meminta masyarakat tidak menggunakan jalur rel sebagai tempat berjalan, bermain, duduk, maupun melakukan aktivitas lainnya.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan akses dan perlintasan yang memang diperuntukkan bagi warga ketika hendak melintasi jalur kereta api.

“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keselamatan dengan tidak beraktivitas di jalur kereta api serta selalu menggunakan akses dan perlintasan yang telah diperuntukkan bagi masyarakat,” kata Franoto.

KAI menegaskan keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya bergantung pada operasional perjalanan, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar jalur rel.

Peristiwa di Karangtengah tersebut menjadi pengingat bahwa berada di area operasional kereta api memiliki risiko keselamatan yang tinggi, terlebih ketika masyarakat melintasi jalur rel di luar akses yang telah disediakan.