Makna Angka 108 HUT Kota Sukabumi, Ini Kata Walikota

HUT KOTA
PERAYAAN: Walikota Sukabumi Achmad Fahmi bersama unsur Forkopimda berfoto bersama saat perayaan HUT Kota Sukabumi ke 108 di Balaikota Sukabumi. Foto:istimewa

SUKABUMIKU.id– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengajak semua stakeholder untuk berkolaborasi dalam membangun Kota Sukabumi lebih baik lagi. Tak Lupa Fahmi pun menyampaikan terima kasih dan rasa cinta kepada para pendahulu yang telah berjuang dan membangun Kota Sukabumi tercinta ini.

” Sebuah sejarah panjang yang juga hari ini coba kita lalui bersama, ingat kita lalui bersama bukan sendiri-sendiri. Dan juga sebagai sebuah sejarah panjang yang akan kita estafetkan kepada para penerus kita kepada para generasi kita hari ini,” ungkap Fahmi saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-108 Kota Sukabumi, Kamis (31/3/2022), malam.

Dikatakan Fahmi, bagi sebagian orang, 108 mungkin bisa jadi angka yang biasa-biasa saja, deretan tiga angka yang tidak bermakna. Namun, diyakini angka 108 menjadi bagian dari semangat kebangkitan setelah mengalami masa pandemi.

“Kalaulah boleh melihat dalam Alquran, maka surat yang ke 108 ini surat Al-Kautsar. Nikmat yang banyak, Inna A’toina Kalkausar Fasholli Lirobbika Wanhar, Inna Syaniaka Huwal Abtar. Allah sampaikan dan saya yakin dalam agama yang lain juga memiliki hal yang sama, bahwa kita telah diberikan nikmat di 108 tahun. Nikmat kota kita tetap tenang, nikmat kota kita tetap aman, nikmat kita tetap kondusif dan nikmat pandemi ini semakin menurun di wilayah Kota kita yang besar,” ujarnya.

Fahmi mengajak, di usia 108 tahun Kota Sukabumi ini agar bersama meningkatkan kualitas ibadah kepada tuhan sesuai dengan keyakinan agama.

“Kita ini makna religius dalam konteks visi misi yang saya dan pak wakil sampaikan. Kota ini tidak akan menjadi kota yang nyaman, kota ini tidak akan menjadi kota yang indah, kota ini tidak akan menjadi kota yang menentramkan, kalau tidak dari kita semua karena ini kota kita, Sukabumi kita,” katanya.

Selain itu, dalam membangun Kota Sukabumi religius, nyaman dan sejahtera (Renyah) perlu adanya dukungan dan kolaborasi dari semua elemen. “Kenapa dalam ayat selanjutnya Allah sampaikan jangan sampai ada iri dengki dalam hati kita, Inna Syaniaka Huwal Abtar. Karena itu, jangan biarkan ada iri dengki, jangan biarkan ada hasut dan jangan biarkan ada hasad dalam diri kita. Sebab itulah yang akan menghancurkan cita. Kota ini akan tumbuh dan berkembang dengan cita dan kota ini akan tetap tegak berdiri dengan cita. Maka, kita tinggalkan hasut, iri serta dengki diantara kita,” pungkasnya. (Sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.