Moment Hari Santri Baznas Kota Sukabumi Berikan Belasan Beasiswa Tahfidz Qur’an

SUKABUMIKU.id – Di moment hari santri yang ke -7 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi merealisasikan beberapa program pendistribusian yang telah menjadi Program BANAS Kota Sukabumi di tahun 2022.

Program yang digulirkan diantaranya program beasiswa tahfidz dengan mengusung tema 1 Kecamatan 1 Tahfidz Qur’an.

Baznas kota sukabumi anggarkan dana Rp. 144.000.000 untuk peserta Program Beasiswa Tahfidz 1 kecamatan 1 Hafidz Qur’an yang lolos seleksi pada tahun 2022, dengan nominal per santri senilai 36.000.000 selama 2 tahun.

“Sesuai dengan temanya tujuan BAZNAS menggulirkan program ini adalah untuk menebar Hafidz Hafidzhoh di kota sukabumi 1 kecamatan 1 hafidz atau hafidzhoh,” kata Ketua Baznas Kota Sukabumi, Miftah Amir kepada sukabumiku.id

Sambung dia, program ini melalui beberapa tahapan, diawali dari Pendaftaran yang di buka pada 26 September 2022 hingga 7 Oktober 2022. jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 24 Santri, setelah dilakukan sleksi Administrasi pada tanggal 10-11 Oktober 2022 yang lolos secara Administrasi adalah 15 Santri.

Tahap selanjutnya 15 santri yang lolos secara Administrasi kemudian dilakukan tes hafalan dan Wawancara yang dilaksanakan pada hari Kamis 13 Oktober 2022 oleh Pihak juri Al-Qur’an Profesional.

Dari hasil tes tersebut maka yang terpilih menjadi penerima Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an BAZNAS Tahun 2022 ini adalah 4 orang mewakili 4 kecamatan yaitu kecamatan warudoyong, cikole, citamiang dan Gunung Puyuh, adapun 3 kecamatan yaitu kecamatan Lembursitu, Cibeureum dan Baros  dilihat dari beberapa tahapan seleksi diatas belum ada peserta yang lolos.

“Semoga dengan demikian dapat berkontribusi dalam membangun kota Sukabumi yang tambah renyah dan barokah,” harapnya.

Selain program beasiswa tahfidz, BAZNAS Kota Sukabumi juga menggulirkan  BPJS Ketenaga Kerjaan Tahap ke II sebanyak 300 orang melengkapi tahap pertama pada bulan Ramadhan lalu sehingga total yang mendapatkan Jaminan BPJS Ketenaga kerjaan sebanyak 400 Orang.

400 orang yang didaftarkan itu terdiri dari Pondok Pesantren, Ulama di bawah MUI, Guru Agama Guru Ngaji, Guru Madrasah Diniah dan Guru TPQ.

“Program ini digulirkan dengan harapan semoga dapat sedikit berkontribusi didalam melindungi, memberi jaminan kesehatan kepada para Ulama dan Ustadz yang ada di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (Ky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *