SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat memastikan terjadinya pergerakan tanah di Kampung Cirenik, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, setelah melakukan asesmen lapangan beberapa waktu lalu.
Tim BPBD Provinsi Jawa Barat turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi aktual di wilayah terdampak. Dalam kegiatan tersebut, BPBD didampingi unsur pemerintah setempat, termasuk aparatur desa dan kecamatan.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan hasil kajian awal menyimpulkan pergerakan tanah dipicu oleh faktor air yang muncul dari celah dan patahan tanah, serta diperparah oleh curah hujan yang masih tinggi.
Baca Juga: Andovi da Lopez Ajak Pelajar Sukabumi Berani Eksplorasi Masa Depan di ATTENTION 8.0
“Hasil asesmen awal BPBD Provinsi Jawa Barat menyimpulkan memang terjadi pergerakan tanah di Kampung Cirenik,” ujar Okih, Selasa (20/1/2026).
Sebagai langkah penanganan awal, pemerintah desa bersama pihak kecamatan dan BPBD akan segera melakukan pembuatan solokan penampung air. Langkah ini bertujuan mengalihkan aliran air agar tidak masuk ke celah patahan yang berpotensi memperparah pergeseran tanah.
“Air menjadi faktor utama. Nantinya aliran dari titik atas akan ditampung dan diarahkan ke bawah agar tidak masuk ke celah patahan tanah,” jelasnya.
Okih menambahkan, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko lanjutan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Cisolok masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Baca Juga: Truk Muatan Kardus Terguling di Tikungan, Minibus Xenia Ringsek di Jalur Jampangtengah–Kiaradua
Selain penanganan teknis di lapangan, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka menengah berupa relokasi warga terdampak. Sebanyak 10 unit rumah di Desa Karangpapak telah diusulkan masuk dalam database relokasi BPBD Provinsi Jawa Barat.
“Relokasi untuk 10 unit rumah sudah diajukan ke provinsi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera tertangani,” katanya.
Pemerintah kecamatan dan desa saat ini terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses mitigasi bencana di wilayah rawan tersebut.

