Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Petani Usulkan Lokasi Alternatif Yonif TP 345/Maung Sancang, Begini Respon Dandim

×

Petani Usulkan Lokasi Alternatif Yonif TP 345/Maung Sancang, Begini Respon Dandim

Sebarkan artikel ini
Sejumlah perempuan peserta aksi penolakan pembangunan Yon TP 345/Maung Sancang di Baruajol, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi belum lama ini. (Foto: Istimewa)

SUKABUMI – Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Beny Syafri, merespons usulan petani penggarap yang mendorong penggunaan lahan alternatif untuk pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 345/Maung Sancang.

Salah satu usulan yang disampaikan aktivis Fraksi Rakyat, Rozak Daud, adalah memanfaatkan lahan perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang masih memiliki tegakan tanaman teh agar pembangunan batalyon tidak mengorbankan lahan pertanian garapan masyarakat.

Menanggapi usulan tersebut, Beny menyatakan pihaknya menghargai aspirasi itu. Usulan akan menjadi bahan masukan untuk dikoordinasikan dengan instansi yang berwenang.

Baca Juga: Petani Tetap Tolak Pembangunan Batalyon Maung Sancang

“Kita menghargai usulan tersebut dan akan menjadikannya sebagai bahan masukan untuk dikoordinasikan dengan instansi berwenang,” ujar Beny kepada sukabumiku.id, Rabu (14/10/2026).

Ia menegaskan, setiap aspirasi masyarakat tetap mendapat perhatian. Namun, penentuan lokasi pembangunan batalyon perlu melalui kajian dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kebutuhan pembangunan, ketersediaan lahan, dan ketentuan yang berlaku.

“Pada prinsipnya, setiap aspirasi tetap kita hargai. Selanjutnya, perlu dilakukan kajian sesuai kebutuhan pembangunan, ketersediaan lahan, dan ketentuan yang berlaku, sehingga kepentingan pembangunan Yon TP serta masyarakat dapat berjalan selaras,” jelasnya.

Penyiapan Marshaling Area Mulai Berproses

Selain merespons usulan lokasi alternatif, Dandim menjelaskan bahwa penyiapan marshaling area atau area sementara untuk persiapan personel dan perlengkapan saat ini sudah berproses di titik yang telah ditentukan.

“Untuk lokasi MA (Marshaling Area) tempat sementara, saat ini di titik yang sudah ditentukan. Saat ini sudah berproses penyiapan di lokasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, petani penggarap yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Bagja Sutra menyatakan keberatan apabila pembangunan Yonif TP 345/Maung Sancang menggunakan lahan pertanian yang selama ini mereka garap di Kampung Baruajol, Desa Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi Rabu 14 Oktober 2026, BMKG: Cerah

Usai pertemuan di Markas Kodim 0607/Kota Sukabumi pada Selasa (13/10/2026), aktivis Fraksi Rakyat, Rozak Daud, menyampaikan bahwa petani tidak keberatan terhadap penggunaan lahan sekitar dua hektare untuk marshaling area. Namun, mereka tetap meminta agar lokasi pembangunan batalyon mempertimbangkan alternatif yang tidak mengganggu mata pencaharian petani.