Kabupaten Sukabumi

PMI dan Palang Merah Jepang Kunjungi Lokasi Banjir di Cisolok Sukabumi

×

PMI dan Palang Merah Jepang Kunjungi Lokasi Banjir di Cisolok Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Palang Merah Jepang (Japanese Red Cross Society) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan kunjungan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang terjadi beberapa hari lalu.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring rutin program School and Community Resilience yang telah berjalan sejak November 2024 dan akan berakhir pada November 2027.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik lokasi terdampak, termasuk Desa Cikahuripan, Desa Cidadap, Desa Cisolok, SMPN 1 Simpenan, SMAN 1 Simpenan, dan SMPN 1 Cisolok.

Baca Juga: Dari Sanggar ke Panggung Provinsi, Perjalanan Zhahra Aisyah Zulfa Cintai Budaya Sunda

Korlap Program School and Community Resilience PMI Indonesia, Anwar Assyubali, menjelaskan bahwa kunjungan kali ini merupakan bentuk kolaborasi antara Palang Merah Jepang dan Indonesia untuk memastikan keberlanjutan program ketahanan masyarakat dan sekolah terhadap bencana.

“Hari ini kami bersama Palang Merah Jepang melakukan monitoring rutin di lokasi program, sekaligus meninjau wilayah yang terdampak banjir bandang di akhir bulan lalu. Di Desa Kahuripan, sekitar 500 rumah mengalami kerusakan termasuk fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa,” ujar Anwar pada Rabu (12/11/25)

Sebelumnya, PMI Kabupaten Sukabumi telah sigap merespons bencana tersebut dengan melakukan evakuasi warga, membuka dapur umum, serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga: Tebing Sungai Cidadap di Simpenan Sukabumi Amblas, Rumah Warga Terancam

Selain itu, tim juga telah melaksanakan pengkajian risiko dan pemetaan wilayah rawan banjir. Hasilnya, masyarakat kini lebih siap menghadapi potensi bencana dengan memahami jalur evakuasi dan langkah mitigasi yang harus dilakukan.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, antara lain paket sembako, hygiene kit, perlengkapan pertolongan pertama, seragam Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat), serta alat peringatan dini (EWS) berupa sirine engkol.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dan sekolah di wilayah Cisolok dan Simpenan agar semakin tangguh menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” pungkasnya.