SUKABUMI – Polemik yang muncul akibat pernyataan mantan Ketua BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, terhadap Presiden Prabowo Subianto memantik reaksi dari berbagai kalangan, termasuk kelompok relawan di Sukabumi.
Relawan Manuk Dadali, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jaringan pendukung Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Heri Gunawan (Hergun), menilai perdebatan politik harus tetap berada dalam koridor etika dan argumentasi yang berbasis fakta. Mereka mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara, namun penyampaiannya tidak boleh mengarah pada serangan personal yang berpotensi memperkeruh suasana demokrasi.
Perwakilan Relawan Manuk Dadali, Agus Firmansyah, mengatakan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat. Namun menurutnya, kritik akan lebih bernilai apabila disampaikan dengan data, argumentasi yang kuat, serta mengedepankan etika komunikasi publik.
“Kami menghormati kebebasan berpendapat. Akan tetapi, kritik yang berkembang di ruang publik seharusnya tetap menjaga batas-batas etika dan tidak menjurus pada penghinaan terhadap pribadi seseorang, apalagi kepala negara,” ujar Agus.
BACA JUGA : Gelombang Penolakan Menguat, Relawan Manuk Dadali Tak Setuju Budi Arie Bergabung ke Gerindra
Menurut Agus, figur publik maupun tokoh yang pernah memimpin organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh dalam menyampaikan pandangan politik secara konstruktif. Ia menilai ruang demokrasi seharusnya menjadi sarana pertukaran gagasan, bukan arena yang memunculkan polarisasi dan sentimen negatif di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika politik yang berkembang saat ini harus disikapi secara dewasa oleh seluruh elemen bangsa. Perbedaan pandangan politik, kata dia, merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh sampai mengikis rasa saling menghormati.
“Demokrasi membutuhkan kritik, tetapi demokrasi juga membutuhkan kedewasaan. Jangan sampai perbedaan pendapat justru memecah persatuan dan menimbulkan ketegangan yang tidak perlu di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Heri Gunawan turut mengajak seluruh pihak untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia dengan mengedepankan budaya dialog dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat.
Menurut legislator asal Sukabumi tersebut, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghadapi perbedaan dengan cara-cara yang beradab serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Mari kita jaga demokrasi dengan adab, etika, dan rasa hormat. Perbedaan pandangan adalah hal biasa, tetapi persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas bersama,” ujar Heri Gunawan.
BACA JUGA : Pesan Hergun Untuk Relawan Manuk Dadali: Semangat Kerelawanan Untuk Mewujudkan Perubahan di Sukabumi
Relawan Manuk Dadali juga mengimbau seluruh simpatisan dan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak terpancing oleh polemik yang berkembang. Mereka meminta agar setiap perbedaan pandangan diselesaikan melalui dialog yang sehat dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang demokrasi Indonesia membutuhkan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab moral dalam menyampaikan kritik, sehingga perbedaan pandangan dapat menjadi energi positif bagi kemajuan bangsa, bukan sumber perpecahan.

