SUKABUMI – Musibah kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah warga di Kampung Cibolang, RT 11/RW 04, Desa Padajaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka bagi satu keluarga beranggotakan lima jiwa.
Tak hanya kehilangan tempat tinggal dan harta benda, seorang balita bernama Hilman juga mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki dalam peristiwa tersebut.
Di tengah kondisi itu, penanganan langsung dilakukan. Pendamping Sosial Kecamatan Jampangkulon Herdiansyah bersama tim kesehatan Puskesmas Jampangkulon dan Pemerintah Desa Padajaya turun ke lokasi pada Rabu (23/9/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada asesmen kondisi keluarga sekaligus memastikan korban mendapatkan bantuan dan penanganan kesehatan.
Tim medis Puskesmas Jampangkulon memeriksa kondisi luka bakar yang dialami Hilman dan memberikan penanganan sesuai kebutuhannya.
Sementara itu, Pendamping Sosial Kecamatan Jampangkulon turut menyerahkan paket sembako dan santunan tunai untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak keluarga setelah kehilangan tempat tinggal.
“Alhamdulillah, kami berkunjung sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujar Herdiansyah.
Namun, cerita pascakebakaran di Padajaya tidak berhenti pada bantuan pemerintah.
Baca Juga: Soroti Pelayanan Publik, Bupati Sukabumi Minta ASN Jangan Pingpong Warga
Warga sekitar justru bergerak secara swadaya untuk membantu keluarga korban kembali memiliki tempat tinggal.
Kepala Desa Padajaya Ade Hermawan mengatakan masyarakat bergotong royong mengumpulkan berbagai kebutuhan pembangunan rumah, mulai dari kayu hingga material lainnya. Warga juga memberikan pakaian layak pakai dan kebutuhan pokok.
“Warga sangat kompak. Selain sembako, masyarakat juga menyediakan kayu dan material untuk percepatan pembangunan rumah. Ini bukti nyata kekuatan gotong royong di Padajaya,” kata Ade.
Baca Juga: Resep Jamu Kunyit Asam Sirih, Minuman Tradisional untuk Teman Saat Datang Bulan
Menurut Ade, dukungan tersebut menjadi modal penting bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit setelah rumah mereka terbakar.
Kolaborasi pun dilakukan lintas sektor. Pemerintah kecamatan, BPBD, unsur Dalduk KB, kader pemberdayaan perempuan, pendamping sosial, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga masyarakat dan para donatur ikut mengambil bagian dalam penanganan keluarga terdampak.
Bagi keluarga korban, bantuan tersebut bukan sekadar sembako atau material bangunan. Dukungan yang datang menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi musibah seorang diri.
Pemerintah desa berharap gotong royong dan bantuan lintas pihak terus berlanjut hingga pembangunan kembali hunian korban selesai dan keluarga tersebut dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak.

