SUKABUMI – Upaya memperkuat pembangunan infrastruktur terus dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi melalui penataan fungsi jalan yang lebih terarah dan terintegrasi. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menggelar rapat koordinasi guna menyelaraskan data dan kewenangan pengelolaan jaringan jalan.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bappeda Kota Sukabumi, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, ini merupakan tindak lanjut atas surat dari Gubernur Jawa Barat terkait usulan penetapan fungsi jalan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, mengatakan bahwa pembahasan tersebut memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. “Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam proses sinkronisasi data dan penataan sistem jaringan jalan di wilayah Kota Sukabumi,” ujar Frendy kepada sukabumiku.id, Selasa (19/05/2026).
Baca Juga: Resep Jamu Jerawat Alami, Minuman Herbal untuk Bantu Menjaga Kesehatan Kulit
Ia menegaskan, penetapan fungsi jalan tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga berdampak luas terhadap pembangunan. “Penetapan fungsi jalan sangat penting untuk mendukung konektivitas antarwilayah, pelayanan transportasi masyarakat, hingga pengembangan kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi,” katanya.
Dalam rapat tersebut, perangkat daerah terkait membahas sejumlah ruas jalan yang diusulkan agar sesuai dengan kewenangan masing-masing. Langkah ini sekaligus untuk menyelaraskan data antara Pemerintah Kota Sukabumi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Kami ingin memastikan setiap ruas jalan memiliki fungsi yang jelas dan sesuai dengan kewenangannya,” ucap Frendy.
Ia menambahkan, kejelasan klasifikasi jalan akan berdampak pada efektivitas pembangunan. “Dengan klasifikasi jalan yang jelas, proses perencanaan, penganggaran, hingga pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Baca Juga: Sungai Cikaso Meluap, Warga Kampung Ciniti Mengungsi Selamatkan Barang Berharga
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terencana juga akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. “Mobilitas warga akan lebih lancar, distribusi barang semakin cepat, dan pelayanan publik bisa meningkat secara signifikan,” ungkapnya.
Frendy berharap hasil pembahasan ini dapat menjadi pijakan dalam pembangunan kota ke depan. “Harapannya, hasil pembahasan ini dapat menjadi dasar kuat dalam mendukung pembangunan Kota Sukabumi yang maju, nyaman, dan memiliki sistem transportasi yang tertata,” tandasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar setiap program pembangunan berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

