BANDUNG – Penjaga gawang muda PERSIB Bandung, Fitrah Maulana, mengungkapkan kebahagiaannya setelah kembali mendapat kepercayaan tampil mengawal gawang Maung Bandung. Ia sukses mencatatkan clean sheet saat PERSIB mengalahkan Persik Kediri dengan skor 1-0 pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (18/10/2026).
Penampilan penuh selama pertandingan menjadi momen berharga bagi kiper jebolan Akademi PERSIB tersebut. Kepercayaan yang diberikan jajaran pelatih berhasil dijawab dengan performa solid hingga timnya mengamankan tiga poin tanpa kebobolan.
Usai pertandingan, Fitrah menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pelatih, terutama Mario Jozic yang saat ini tengah menjalani pemulihan kesehatan.
Baca Juga : Resep Es Lidah Buaya Timun Jeruk, Minuman Segar yang Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas
Ia mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang kembali diberikan kepadanya untuk tampil sejak menit pertama bersama PERSIB.
“Ya tentu saja sangat senang ya atas kepercayaan ini dan terima kasih, terutama kepada Coach Mario yang sedang menjalani pemulihan. Mungkin beliau juga yang merekomendasikan saya untuk main malam ini,” ujar Fitrah.
Meski berhasil tampil apik dan membantu PERSIB meraih kemenangan, Fitrah menegaskan dirinya tidak ingin cepat berpuas diri. Kiper muda tersebut menyadari masih banyak aspek permainan yang perlu ditingkatkan demi menjaga konsistensi penampilannya.
Baca Juga : Resep Teh Jeruk Rempah, Minuman Segar Hangat atau Dingin dengan Aroma Jahe dan Kayu Manis
Menurutnya, perjalanan karier sebagai penjaga gawang masih panjang sehingga kesempatan bermain harus dimanfaatkan untuk terus belajar dan berkembang.
“Ke depannya pastinya masih banyak yang perlu diperbaiki. Apalagi saya masih muda, karier saya masih panjang,” tambahnya.
Tetap Kompak di Tengah Persaingan Kiper PERSIB
Fitrah juga berbicara mengenai persaingan untuk mendapatkan posisi penjaga gawang utama PERSIB bersama Teja Paku Alam dan Muhammad Rhaka Syafaka Bilhuda.
Ia menegaskan bahwa persaingan di antara para kiper berlangsung secara sehat. Ketiganya tetap menjalin hubungan baik dan saling memberikan dukungan, terlepas dari siapa yang mendapat kesempatan tampil di lapangan.
Bagi Fitrah, keputusan mengenai pemain yang diturunkan sepenuhnya berada di tangan pelatih. Karena itu, setiap pemain harus siap menjalankan tugas ketika dipercaya dan tetap mendukung rekan setim saat tidak mendapat kesempatan bermain.
“Ah saya mah, pelatih suruh main, ya main. Kalau kata pelatih jangan main, ya udah saya support, gitu saja sih. Jadi tidak ada konflik di antara kita berdua, begitu juga dengan Rakha. Siapa pun yang main, pasti kita dukung,” ungkapnya.
Sikap tersebut menunjukkan pentingnya kekompakan di dalam tim, terutama dalam menjaga persaingan yang sehat di posisi penjaga gawang.
Persembahkan Kemenangan untuk Keluarga dan Calon Istri
Di balik penampilan apiknya saat menghadapi Persik Kediri, Fitrah mengaku dukungan keluarga menjadi salah satu sumber motivasi terbesarnya.
Kehadiran kedua orang tua dan calon istrinya di tribun Stadion Si Jalak Harupat memberikan semangat tambahan bagi dirinya saat menjalani pertandingan bersama PERSIB.
Ia menyadari doa dan dukungan dari orang-orang terdekat memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Karena itu, kemenangan atas Persik Kediri terasa semakin istimewa bagi Fitrah. Ia secara khusus mempersembahkan hasil positif tersebut kepada keluarga dan calon istri yang terus mendukung perjuangannya.
“Iya pastilah, dampaknya besar banget buat saya karena doa orang tua pastinya semua sudah pada tahu. Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga dan calon istri,” pungkasnya.
Keberhasilan menjaga gawang PERSIB tetap aman sekaligus membantu tim meraih kemenangan menjadi modal berharga bagi Fitrah. Ia kini bertekad terus meningkatkan kemampuan agar bisa menjawab kepercayaan pelatih dan bersaing secara sehat untuk mendapatkan menit bermain berikutnya.(SE)

