Nasional

Timwas DPR Sidak Dapur Katering Haji di Mekkah, Soroti Distribusi Makanan Jemaah yang Tempuh 12 Kilometer

×

Timwas DPR Sidak Dapur Katering Haji di Mekkah, Soroti Distribusi Makanan Jemaah yang Tempuh 12 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Mekkah
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Anggota Timwas Haji DPR RI Ansory Siregar. (Foto: DPR RI)

MEKKAH — Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur katering Almusafirun di Mekkah yang menjadi pemasok konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Hotel Al-Hidayah. Sidak dilakukan untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga meski proses distribusi menempuh jarak hingga 12 kilometer.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Timwas Haji DPR RI, Ansory Siregar mengatakan, pengawasan dilakukan secara langsung karena dapur Almusafirun menjadi salah satu titik distribusi dengan jarak terjauh menuju lokasi penginapan jemaah.

“Kami sengaja datang langsung ke dapur Almusafirun karena ini dapur dengan jarak distribusi paling jauh ke Hotel Al-Hidayah, sekitar 12 kilometer. Kami ingin memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan distribusi berjalan tepat waktu meskipun jaraknya cukup jauh,” ujar Ansory, Minggu (24/5/2026).

BACA JUGA: Rupiah Melemah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Masyarakat dan Dunia Usaha

Dalam sidak tersebut, Timwas mengecek proses produksi makanan, kebersihan dapur, kesiapan tenaga kerja, hingga sistem pengemasan sebelum makanan dikirim ke hotel tempat jemaah menginap.

Menurut Ansory, Hotel Al-Hidayah bekerja sama dengan enam dapur katering untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah Indonesia. Empat dapur berada di radius sekitar 2,5 kilometer dari hotel, sementara dua dapur lainnya memiliki jarak distribusi mencapai 10 hingga 12 kilometer.

Kondisi tersebut membuat Timwas memberikan perhatian khusus terhadap dapur dengan jalur distribusi terpanjang guna memastikan kualitas makanan tidak menurun saat diterima jemaah.

BACA JUGA: WNI Ditahan Israel, Pemerintah Koordinasi Intensif Lintas Kementerian

Selain melakukan pengecekan teknis, Timwas juga berdialog dengan pengelola katering terkait mekanisme pengiriman makanan agar tetap higienis dan layak konsumsi selama proses distribusi berlangsung.

Ansory menegaskan, faktor jarak tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kualitas pelayanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. Ia meminta seluruh vendor katering menjaga standar higienitas serta ketepatan waktu distribusi.

“Kami mengapresiasi pelayanan yang sudah berjalan baik saat ini. Namun, mengingat jarak yang cukup jauh sekitar 12 kilometer, kami mengingatkan agar manajemen dapur senantiasa menjaga ritme kerja, ketepatan waktu distribusi, serta penerapan higienitas secara ketat,” pungkasnya.