22 Tahun HIV/AIDS Capai 1.985 Kasus di Kota Sukabumi, 60 Persen Warga Luar

HIV AIDS
PENCEGAHAN: Pemerintah Kota Sukabumi melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi menggelar kegiatan Penguatan Warga Peduli AIDS (WPA) pada Selasa (4/10/2022) di Oproom Balai Kota Sukabumi. Foto: Dokpim/pemkot

SUKABUMIKU.id— Pemerintah Kota Sukabumi terus menekan angka kasus penderita HIV/AIDS. Bahkan pemkot mentargetkan tri zero diantaranya Tidak ada kematian baru akibat HIV/AIDS, tidak ada infeksi kasus baru, tidak ada diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Bedasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi secara total HIV/AID dari tahun 2000 sampai Agustus tahun 2022 yakni 1.985 kasus. Sejak awal tahun 2022 hingga Agustus tercatat 112 kasus baru.

” Dari data itu sekitar 40 persen warga Kota Sukabumi dan 60 persen warga luar Kota,” ujar Ketua KPA Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam acara kegiatan Penguatan Warga Peduli AIDS (WPA) pada Selasa (4/10/2022) di Oproom Balai Kota Sukabumi.

BACA JUGA: https://sukabumiku.id/bpbd-sukabumi-evakuasi-korban-bencana-puting-beliung-di-lapang-merdeka/

Ditahun 2030 mendatang, Kota Sukabumi memiliki target tri zero, diantaranya Tidak ada kematian baru akibat HIV/AIDS, tidak ada infeksi kasus baru, tidak ada diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Hal ini target nasional yang harus betul-betul disukseskan. Upaya yang harus dilakukan untuk menurunkan kasus HIV AIDS di Kota Sukabumi. Pertama, menjaga angka prevalensi HIV Aids untuk usia 15 sampai dengan 49 tahun agar tidak mengalami kenaikan.

” Kedua, memberikan edukasi serta sosialisasi peningkatan penggunaan alat kontrasepsi. Ketiga, meningkatkan wawasan anak muda mengenai informasi yang berhubungan tentang HIV/AIDS, khususnya anak muda pada rentang usia 15 sampai dengan 25 tahun. Keempat, mempermudah akses penderita Aids untuk mendapatkan pengobatan,” terangnya.

Kota Sukabumi juga memiliki duta HIV/AIDS karena semangatnya berharap mereka mampu mengedukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda. Target sasaran ke depan juga pemerintah akan mewujudkan akses dan sasaran kesehatan bagi warga semua yang membutuhkan.

” Kami berharap seluruh WPA mampu mengedukasi masyarakat agar semakin sehat, mulai dari tingkat kelurahan dan juga kecamatan, sasaran utama meliputi penurunan HIV/AIDS diusia 15-49 tahun karena paling rentan terpapar. Menyasar baik dalam bentuk sosialisasi edukasi dan lainya,” jelasnya. (Ky/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *