Kabupaten Sukabumi

Jalan Rusak hingga Beasiswa Anak Petani, Curahan Hati Warga Pesisir Sukabumi Saat Reses DPRD

×

Jalan Rusak hingga Beasiswa Anak Petani, Curahan Hati Warga Pesisir Sukabumi Saat Reses DPRD

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Harapan akan perubahan nyata disuarakan warga pesisir dan selatan Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan reses Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati. Di sejumlah titik reses, warga Cisolok, Simpenan, hingga Palabuhanratu menyampaikan berbagai keluhan yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari akses jalan hingga masa depan pendidikan anak-anak petani dan nelayan.

Di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, kondisi jalan kabupaten yang rusak menjadi keluhan pertama yang mencuat. Jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk mengangkut hasil pertanian dan menjalankan aktivitas ekonomi. Kerusakan yang belum tertangani dinilai memperlambat perputaran ekonomi masyarakat.

Masalah lain datang dari sektor pertanian. Warga mengungkapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang terdampak bencana hingga kini belum kembali produktif. Kerusakan jaringan irigasi membuat sawah sulit digarap, sementara curah hujan tinggi menyebabkan petani mengalami gagal panen.

Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis pada Jumat 6 Februari 2026

“Kami kesulitan saat panen karena hujan terus-menerus. Kalau ada oven pengering padi, hasil panen masih bisa diselamatkan,” keluh salah seorang warga kepada anggota dewan saat dialog berlangsung.

Selain persoalan cuaca, kelangkaan pupuk turut memperparah kondisi petani. Warga berharap pemerintah hadir dengan solusi konkret agar sektor pertanian tetap bertahan di tengah tantangan alam.

Isu lingkungan juga tak luput dari perhatian. Masyarakat meminta pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas perusahaan pertambangan, khususnya terkait limbah yang dikhawatirkan berdampak pada kesehatan dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Telur Dadar Daun Singkong, Lauk Sederhana Khas Sukabumi yang Bikin Nasi Cepat Habis

Di bidang ekonomi, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengharapkan dukungan permodalan agar usaha mereka bisa berkembang. Sementara warga kurang mampu meminta penguatan jaminan kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.

Aspirasi menyentuh datang dari sektor pendidikan. Warga menyebut masih ada bangunan sekolah yang rusak akibat bencana namun belum mendapat penanganan optimal. Selain itu, muncul usulan program beasiswa khusus bagi anak-anak petani dan nelayan agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.

Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Leni Liawati menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap masukan yang disampaikan masyarakat.

Baca Juga:Polres Sukabumi Sediakan Layanan SIM Keliling untuk Perpanjangan SIM A dan C

“Semua yang disampaikan warga akan kami catat dan kami perjuangkan. Ini bukan sekadar keluhan, tapi kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Leni.

Ia menambahkan, seluruh hasil reses akan dikompilasi menjadi laporan resmi dan disampaikan kepada pemerintah daerah serta dinas terkait sesuai kewenangannya.

“Kami akan komunikasikan dengan instansi terkait agar aspirasi ini tidak berhenti di forum reses, tetapi benar-benar ditindaklanjuti,” katanya.

Kegiatan reses ini digelar di antaranya di Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, dan Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan harapan akan perubahan yang lebih baik.