Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Bupati Asjap Turut Komentar: Kasus Kematian Nizam Harus Diusut Tuntas!

×

Bupati Asjap Turut Komentar: Kasus Kematian Nizam Harus Diusut Tuntas!

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Kasus meninggalnya seorang anak bernama Nizam Syafei atau NS (13) di wilayah Jampangkulon, menyentak perhatian publik di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada pembiaran terhadap kekerasan yang menimpa anak.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia menilai peristiwa tersebut sebagai peringatan serius bagi semua pihak agar lebih peka terhadap keselamatan anak di lingkungan sekitar.

Menurut Asep, praktik kekerasan terhadap anak tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa NS merupakan “luka bagi semua warga” dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mencegahnya terulang.

Baca Juga: Pemkab Sukabumi Gelar Pasar Murah 10 Maret di Alun-Alun Palabuhanratu, Warga Bisa Belanja Sembako Lebih Hemat

Ia juga memastikan pemerintah daerah tidak akan mencampuri proses hukum yang tengah berjalan. Penanganan perkara sepenuhnya dipercayakan kepada aparat kepolisian agar pengusutan dilakukan secara objektif dan profesional. Asep menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan untuk korban.

Selain mendorong proses penegakan hukum, Bupati meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama jajaran pemerintah kecamatan dan desa lebih aktif memantau kondisi sosial masyarakat. Upaya deteksi dini dinilai penting agar potensi kekerasan terhadap anak dapat dicegah sejak awal.

“Saya meminta seluruh jajaran, mulai dari camat hingga kepala desa, lebih aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai ada tangisan anak yang tidak terdengar,” kata Asep dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui adanya dugaan kekerasan di lingkungan sekitar. Menurutnya, kekerasan dalam rumah tangga tidak boleh dianggap sebagai persoalan internal apabila sudah mengancam keselamatan anak.

Baca Juga: IRT Asal Warungkiara Ditemukan Terapung di Pantai Gadobangkong, Selamat Usai Dievakuasi

“Kalau sudah membahayakan nyawa, jangan dianggap urusan pribadi. Segera laporkan agar bisa ditangani,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya membangun lingkungan yang aman dan ramah anak. Kasus NS diharapkan menjadi momentum penguatan pengawasan sosial sekaligus peringatan agar kekerasan terhadap anak tidak lagi terjadi di wilayah Sukabumi.