SUKABUMI – Warga Kampung Bantarbadak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di dalam sebuah bangunan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Senin malam 16 Maret 2026.
Mayat tersebut ditemukan di dalam bak mandi dengan posisi kepala terendam dan kaki menjuntai ke atas. Temuan ini langsung dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Cibadak AKP L. Djubaedi mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Cibadak segera mendatangi lokasi kejadian.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat dan anggota langsung mendatangi TKP. Ternyata benar, ditemukan sesosok mayat dalam kondisi tersungkur di dalam bak mandi,” ujar Djubaedi saat dikonfirmasi, Senin 16 Maret 2026.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi belum menemukan identitas resmi korban. Dari hasil pengecekan sementara, petugas hanya menemukan uang tunai sekitar Rp200 ribu di dalam saku pakaian korban.
“Identitas belum ditemukan. Dari pemeriksaan sementara pada pakaian korban, hanya ditemukan uang tunai kurang lebih sebesar Rp200 ribu,” ungkap Djubaedi.
Ia menambahkan, dari pengamatan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencolok pada tubuh korban.
“Untuk ciri-ciri luka, sejauh ini belum terlihat adanya tanda kekerasan yang menonjol,” tambahnya.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.
“Rencananya akan dilakukan visum dokter untuk memastikan apakah ada luka-luka atau penyebab kematian lainnya,” kata Djubaedi.
Sementara itu, Ketua RW 04 Kampung Bantarbadak, Solah, mengatakan penemuan mayat bermula dari laporan warga setelah melaksanakan salat Tarawih. Saat itu warga mendengar suara gaduh dari dalam bangunan yang dikelola BUMDes tersebut.
Baca Juga: Bidan Siaga Mudik Lebaran, Posko OPOR Bu Bidan Hadir di Puskesmas Buniwangi Surade
“Ada laporan dari Ketua RT, katanya ada suara orang ngamuk, mukul-mukul seng. Saya langsung ke lokasi,” ujarnya.
Saat tiba di lokasi, Solah mendapati pintu bangunan dalam kondisi rusak. Ia kemudian mencoba membuka pintu tersebut.
“Pas sampai, ternyata pintu sudah pada rusak. Saya dorong sedikit langsung jebol,” kata Solah.
Setelah masuk dan memeriksa bagian kamar mandi bersama pengelola BUMDes, mereka menemukan korban dalam kondisi mengenaskan.
“Posisi kepalanya di bawah, kaki di atas. Jadi wajahnya belum kelihatan, belum tahu orang mana,” ujarnya.
Baca Juga: Alumni SMK Pasundan Sukabumi Angkatan 2000 Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim di Pamuruyan
Pengelola BUMDes, Ifan Muhrijat, mengatakan bangunan tersebut merupakan aset desa yang digunakan untuk unit usaha budidaya ikan lele sekitar enam bulan terakhir, meski saat ini belum beroperasi secara aktif.
Ia menjelaskan awalnya mendapat informasi bahwa salah satu pintu bangunan dalam kondisi terbuka sehingga menimbulkan kecurigaan.
“Awalnya saya kira pintu depan terbuka, tapi pas dicek ternyata masih terkunci. Kami coba cek lewat samping, ternyata pintu samping sudah terbuka,” kata Ifan.
Merasa ada yang tidak beres, ia kemudian mengajak Ketua RW untuk melakukan pengecekan lebih lanjut ke dalam bangunan.
“Kami cek ke atas, ternyata korban sudah ada di dalam bak mandi. Kami langsung lapor Pak RW dan diteruskan ke pihak kepolisian,” jelasnya.


