SUKABUMI — Gedung Djuang dipenuhi kilau batu akik dari berbagai penjuru, Minggu (5/4/2026). Ratusan koleksi batu dengan karakter unik dipamerkan dalam ajang Kemilau Batu Bercahaya Piala Wali Kota Sukabumi, yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi.
Sejak pagi, pengunjung terus berdatangan. Para kolektor, pegiat, hingga masyarakat umum tampak larut dalam suasana hangat yang mempertemukan pecinta batu akik dari berbagai daerah.
Tak hanya sekadar pameran, kegiatan ini menjadi penanda kebangkitan kembali tren batu akik yang kini mulai dilirik sebagai potensi ekonomi kreatif.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang membuka acara tersebut menilai kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar hobi.
“Ini yang pertama dan luar biasa. Kita bisa melihat batu-batu hasil alam yang punya nilai tinggi ketika dilestarikan, dirawat, dan dijaga. Dari situ muncul pengetahuan sekaligus peluang ekonomi,” ujarnya.
Sebanyak 500 batu akik dilombakan dalam berbagai kategori. Motif yang ditampilkan pun beragam, mulai dari pemandangan alam, siluet, bentuk hewan hingga corak abstrak. Seluruhnya terbentuk secara alami tanpa rekayasa, menjadikannya bernilai seni tinggi.
Selain kompetisi, ajang ini juga menjadi ruang interaksi antar komunitas pecinta batu akik. Mereka saling berbagi pengalaman hingga membuka peluang pasar baru, terutama melalui platform digital.
Bobby menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam pengembangan usaha batu akik di era modern.
“Sekarang sudah masuk era transformasi digital. Teman-teman bisa menjual melalui teknologi, bahkan sudah ada yang tembus ke pasar Eropa dan Amerika. Ini potensi besar yang harus didorong,” katanya.
Ia juga mendorong lahirnya identitas khas Sukabumi melalui batu unggulan seperti blue opal, kecubung terong, dan pancawarna, yang berpotensi menjadi cenderamata khas daerah.
Momentum kunjungan wisatawan saat Hari Raya Idul Fitri dinilai menjadi peluang besar untuk memperkenalkan produk lokal tersebut ke pasar yang lebih luas.
“Ke depan, batu khas Sukabumi bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ini bukan hanya soal hobi, tapi juga potensi ekonomi kreatif,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor ini melalui penyediaan fasilitas, kolaborasi lintas instansi, hingga membuka peluang kemitraan.
Ke depan, acara serupa juga direncanakan akan dikemas lebih menarik dengan menghadirkan tokoh publik seperti Narji dan Cak Lontong untuk meningkatkan daya tarik masyarakat.

