Berita UtamaKota Sukabumi

Soal Dana Abadi RT, Mantan Tim Ayep-Bobby: Sudah Kami Ingatkan tapi Beliau Ngotot

×

Soal Dana Abadi RT, Mantan Tim Ayep-Bobby: Sudah Kami Ingatkan tapi Beliau Ngotot

Sebarkan artikel ini
Infografis daftar program unggulan Ayep Zaki-Bobby Maulana saat Pilkada 2024. (Foto: Instagram/Menata Kebaikan).

SUKABUMI — Mantan tim pemenangan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Bobby Maulana, yakni Tendi Lukmana Hakkim, mengungkapkan bahwa program dana abadi Rp10 juta per RT sejak awal sebenarnya sudah dipertanyakan oleh tim internal. Program unggulan Ayep-Bobby itu dipastikan urung terlaksana karena berpotensi jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Menurut Tendi, program yang menjadi janji politik unggulan saat Pilkada Kota Sukabumi 2024 itu merupakan gagasan langsung dari Ayep Zaki.

“Itu murni ide beliau. Dari awal kami sempat mempertanyakan, tapi beliau ngotot. Katanya Saya mampu untuk menggiring anggaran seperti itu,” ujar Tendi saat kepada sukabumiku.id, Jumat (22/05/2026).

Baca Juga: Diprotes RT/RW se-Kota Sukabumi, Ayep Zaki: Mengatasnamakan Forum Harus Jelas Legitimasinya

Saat itu tim pemenangan menilai konsep program tersebut belum matang, terutama dari sisi teknis dan kemampuan anggaran daerah. Tendi menambahkan detail pelaksanaan program belum dijelaskan secara jelas kepada tim.

“Secara teknis belum jelas. Tapi di publik sudah berkembang seolah-olah setiap RT akan mendapat Rp10 juta,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, Tendi menyebut tim di lapangan akhirnya mengambil inisiatif untuk merasionalisasi program tersebut agar lebih memungkinkan untuk dijalankan.

Baca Juga: Dinilai Lemahkan RT/RW, Fraksi Rakyat Kritik Pernyataan Wali Kota Sukabumi

Tim bekerja membuat konsep yang paling memungkinkan agar program ini berjalan. Salah satunya melalui konsep dana bergulir.

“Kami yang di bawah mencoba menyusun konsep, karena dari beliau belum ada konsep teknis yang jelas,” ungkapnya.

Namun dalam perjalanannya, program tersebut hingga kini belum terealisasi. Tendi menilai, seharusnya pemerintah tetap bisa menjalankan program tersebut secara bertahap meski dengan keterbatasan anggaran.

Baca Juga: Mantan Tim Ayep-Bobby Minta Maaf ke Warga Kota Sukabumi: Bodoh Bila Saya Bertahan

Ia juga menyoroti alasan yang disampaikan pemerintah terkait keterbatasan anggaran dan regulasi. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tidak menjadi penghambat utama jika ada kemauan politik.

“Kalau memang terbentur regulasi, bisa dibicarakan dengan DPRD, buatkan perda. Semua program juga biasanya trial dulu,” katanya.

Kekecewaan terhadap tidak terealisasinya program tersebut menjadi salah satu alasan Tendi menyatakan mundur dari tim pemenangan. Ia menilai ada tanggung jawab moral yang harus disampaikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Anggaran Dinkes Diduga Kolaps, Kota Sukabumi di Ambang Gagal Bayar Pekerjaan

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan program unggulannya yang kerap disampaikan saat kampanye dulu tidak dapat direalisasikan melalui. Program tersebut, Dana Abadi Rp10 juta per RT, berisiko jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kalau masalah dana abadi, itu enggak mungkin. Karena literatur dan sebagainya, ya, seperti itu tidak mungkin dilaksanakan,” ujar Ayep didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana dan Sekretaris Daerah Andang Tjahjandi, Kamis (21/05/2026).

Ayep mengakui pernah menyampaikan gagasan dana abadi sebelum menjabat sebagai wali kota. Namun, seperti halnya kasus salat Idul Fitri untuk Muhammadiyah, Ayep mengaku harus tunduk pada regulasi yang berlaku setelah resmi menjabat sebagai kepala daerah.

Baca Juga: Jersey Persib Laris Manis Jelang Juara, Bobotoh Rela Antre Panjang di Persib Store

“Janji itu disampaikan sebelum saya duduk di kekuasaan. Tapi begitu saya menjabat, saya terikat oleh undang-undang dan peraturan pemerintah. Enggak bisa saya melawan undang-undang,” tegasnya.

Kendati demikian Ayep mengklaim program dana abadi tetap berjalan meski bukan menggunakan APBD. Dana Abadi berjalan melalui jalur filantropi, yaitu melalui Qordul Hasan.

Program tersebut dijalankan menggunakan dana sedekah jariah dan wakaf yang dikelola di luar APBD. “Yang sudah menerima dana abadi melalui filantropis sudah 2.642 orang, bulan ini nambah lagi 500 orang,” ungkapnya.