SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan langkah lanjutan usai kasus viral pedagang ikan di Palabuhanratu.
Rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPPN), Selasa (07/06/2026).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa seluruh pedagang akan kembali dikumpulkan dalam pertemuan lanjutan.
Baca Juga: Pembangunan Gedung Rp3 Miliar Disorot, MUI Kabupaten Sukabumi Minta Pemda Tanggung Jawab
Agenda tersebut dijadwalkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan kejujuran perdagangan.
Selain itu, kegiatan bersih-bersih lapak juga akan dilakukan secara bersama-sama oleh pedagang dan pengelola pelabuhan.
Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan jual beli yang lebih higienis dan menjaga kualitas ikan yang dipasarkan.
Baca Juga: Kasus Wisatawan Ditipu Pedagang Ikan Dinilai Ancam Citra Wisata Palabuhanratu
Ali menjelaskan bahwa kebersihan lokasi menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi kualitas produk.
“Kalau tempatnya tidak bersih, ikan yang bagus pun bisa ikut rusak,” katanya.
Dalam agenda tersebut, pemerintah juga akan menghadirkan seluruh pedagang, termasuk pedagang asongan, untuk memastikan kesepakatan dijalankan secara menyeluruh.
Baca Juga: Operasi Senyap Polisi Berhasil Bongkar Peredaran Sabu di Cisaat Sukabumi
Upaya ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan sistem perdagangan ikan di Palabuhanratu.
Dengan adanya langkah lanjutan ini, pemerintah optimistis kepercayaan masyarakat dan wisatawan dapat kembali pulih.
Pedagang Sepakat Jaga Kejujuran Berdagang
Kasus viral dugaan kecurangan timbangan ikan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendorong para pedagang untuk memperkuat komitmen menjaga kejujuran dalam bertransaksi.
Ketua Asosiasi Pedagang Ikan dan Bakul Pelabuhan Ratu (ASPIBARA), Deni Supriadi, memastikan seluruh pedagang telah sepakat untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.
Ia mengakui bahwa dalam kondisi tertentu, pedagang mengambil pasokan ikan dari luar daerah seperti Jakarta ketika stok lokal sedang kosong.
Baca Juga: Perangkat Desa Bojonggenteng Resmi Dilantik, Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas ikan karena pedagang hanya menerima dari pemasok yang sudah menjadi langganan.
Meski demikian, Deni menegaskan pihaknya tidak ingin kejadian yang merugikan pembeli kembali terulang.
“Kami berkomitmen menjaga citra Palabuhanratu, supaya pengunjung merasa nyaman dan aman saat membeli ikan,” ujarnya.
Ia juga menyebut seluruh pedagang, termasuk yang berjualan secara asongan, merupakan bagian dari asosiasi sehingga akan lebih mudah dilakukan koordinasi dan pembinaan.
Ke depan, asosiasi akan memperketat pengawasan internal serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak pelabuhan.

