SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi menetapkan sedikitnya 9 kegiatan strategis pada Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran mencapai Rp29.814.906.138. Data tersebut tercantum dalam daftar kegiatan strategis pemerintah daerah yang mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur hingga pengembangan layanan dasar masyarakat.
Infrastruktur Dominasi Anggaran
Dari total tersebut, proyek dengan anggaran terbesar adalah:
- Pembangunan Jembatan Pusat Pemerintahan sebesar Rp12,63 miliar
- Pembangunan Kecamatan Gunungpuyuh sebesar Rp5,56 miliar
Kedua proyek ini menjadi tulang punggung pembangunan fisik yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
Selain itu, terdapat pula:
- Pembangunan Lapang Terbuka Cibeureum: Rp2,20 miliar
- Revitalisasi Gedung Aher: Rp2,33 miliar
- Pemeliharaan jalan dan jembatan: Rp1,23 miliar
Pemkot juga mengalokasikan anggaran cukup besar untuk sektor air bersih dan sanitasi, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, di antaranya:
- Perluasan SPAM (air minum): Rp2,95 miliar
- Pembangunan IPAL individu: Rp2,07 miliar
- Pembangunan IPAL komunal: Rp500 juta
Program ini ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
Penguatan Fasilitas Pemerintahan
Di sektor kelembagaan, Pemkot mengalokasikan:
- Pembangunan Assessment Center: Rp315 juta
Fasilitas ini akan menunjang pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Seluruh kegiatan strategis tersebut mayoritas dikelola oleh DPUTR, dengan sebagian kecil oleh BKPSDM. Pendanaan bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), insentif fiskal, serta DAK fisik.
Penetapan program strategis ini diharapkan mampu:
- Mempercepat pembangunan infrastruktur
- Meningkatkan kualitas layanan publik
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Dengan total anggaran hampir Rp30 miliar, Pemkot Sukabumi menargetkan pembangunan 2026 berjalan lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.

