SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mencatatkan sejarah baru dengan resmi diangkat sebagai anggota Diplomatic Club, menjadikannya kepala daerah pertama dari Kota Sukabumi yang bergabung dalam jejaring diplomatik tersebut.
Pengangkatan ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan The Diplomatic Forum yang dihadiri 17 duta besar dari berbagai negara sahabat, Selasa (21/4/2026). Forum ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi dan momentum memperkenalkan potensi daerah ke tingkat internasional.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 14 duta besar negara sahabat yang bertugas di Indonesia serta 3 duta besar Indonesia untuk negara lain turut ambil bagian. Kehadiran mereka tidak hanya bersifat seremonial, melainkan membuka peluang konkret kerja sama lintas sektor.
“Alhamdulillah, Wali Kota Sukabumi sudah diangkat menjadi salah satu anggota Diplomatic Club. Artinya, Kota Sukabumi kini bisa langsung berkomunikasi dengan seluruh anggota Diplomatic Club yang ada di Jakarta,” kata Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki kepada wartawan.
BACA JUGA : Raden Kusumo : The Diplomatic Forum Jadi Titik Awal Kota Sukabumi Go International
Melalui keanggotaan ini, peluang kerja sama internasional mulai terbuka, di antaranya dengan negara seperti Hungaria dan Georgia. Bahkan, terdapat rencana konkret di bidang pendidikan, termasuk pengiriman tenaga pengajar dari Sukabumi ke luar negeri.
“Ada permintaan untuk menjalin kerja sama pendidikan, termasuk peluang memberangkatkan guru-guru TK, SD, hingga SMP ke Georgia. Ini tentu menjadi langkah besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Tak hanya pendidikan, kerja sama juga diarahkan pada sektor kesehatan dan ekonomi. Salah satu gagasan yang mencuat adalah pengembangan hingga ekspor stem cell dari Indonesia ke berbagai negara sebagai bagian dari inovasi di bidang kesehatan.
BACA JUGA : Jelajah Kota Sukabumi, 17 Dubes Dunia Lihat Langsung Potensi Kota dalam The Diplomatic Forum
Ayep Zaki menegaskan, keikutsertaan dalam Diplomatic Club menjadi pintu masuk bagi percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi global.
“Outcome yang kita harapkan adalah percepatan pembangunan Kota Sukabumi. Kita tidak hanya mengandalkan potensi internal, tetapi juga membuka komunikasi dengan negara-negara maju untuk saling mendukung,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa hubungan diplomatik tidak lagi terbatas pada antarnegara, tetapi bisa dibangun hingga level kota dengan cakupan yang lebih luas.
“Diplomasi bukan hanya soal politik, tetapi juga mencakup pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian, hingga sosial budaya. Kita ingin membuka jendela ke mancanegara agar Sukabumi bisa berkembang lebih cepat,” tambahnya.
Dengan pencapaian ini, Kota Sukabumi diharapkan mampu menjadi pionir dalam penguatan diplomasi antarkota serta memperluas jejaring kerja sama global demi kemajuan daerah.
Tag:

