SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengakui persoalan infrastruktur jalan masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan. Hingga saat ini, kondisi jalan kabupaten yang masuk kategori mantap baru mencapai sekitar 65 persen.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengatakan total panjang jaringan jalan kabupaten di wilayahnya mencapai kurang lebih 1.400 kilometer. Dengan kondisi tersebut, perbaikan tidak dapat dilakukan secara sekaligus dalam waktu singkat.
“Kabupaten Sukabumi punya jalan 1.400 kilometer. Tidak bisa semuanya dibangun sekaligus,” ujar Asep, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: DPRD Kota Sukabumi Pastikan P2RW Tetap Berjalan 2026, Isu Penghapusan Dibantah
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu faktor utama yang menghambat percepatan pembangunan dan perbaikan seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan ruas jalan yang dinilai paling membutuhkan penanganan segera.
Asep juga meminta masyarakat untuk memahami kondisi tersebut dan bersabar, mengingat pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Baca Juga: Harkitnas 2026, Ketua Komisi III DPRD Sukabumi Soroti Pentingnya Literasi Digital dan Bahaya Narkoba
Selain itu, ia berharap peran media massa dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait proses pembangunan yang tengah berjalan.
“Itu juga termasuk janji politik saya, bahwa jalan kabupaten Sukabumi itu ingin jalannya licin dan mulus,” ucapnya.
Ia menambahkan, kritik dan perhatian masyarakat terhadap kondisi jalan menjadi hal yang penting dalam mendorong percepatan pembangunan. Namun demikian, hal tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah.
Baca Juga: Harkitnas 2026, Bupati Asep Japar Ajak Warga Bangkit dan Berperan Aktif Bangun Sukabumi
Meski masih menghadapi berbagai kendala, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna menunjang aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan persentase jalan mantap akan terus meningkat secara bertahap seiring optimalisasi anggaran pembangunan yang tersedia.

