Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Buaya Sungai Cibatu Bukan Milik Renzo Edupark, Manajemen Buka Suara soal Asal Usul Satwa

×

Buaya Sungai Cibatu Bukan Milik Renzo Edupark, Manajemen Buka Suara soal Asal Usul Satwa

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi buaya. (Foto: Magnific/Kamchatka)

SUKABUMI – Manajemen Renzo Edupark angkat bicara terkait kemunculan seekor buaya muara di Sungai Cibatu, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang sempat dikaitkan dengan koleksi satwa mereka.

Pihak pengelola memastikan bahwa reptil tersebut bukan bagian dari koleksi yang mereka miliki. Buaya yang kini diamankan di area wisata itu disebut hanya dititipkan sementara demi menghindari risiko bagi masyarakat.

Manajer Operasional Renzo Edupark, Imam Faisal, menegaskan tidak ada satwa yang hilang dari tempatnya.

Baca Juga: Dari Energi Panas Bumi hingga Kurban Idul Adha, PT DMCG Perkuat Kepedulian Sosial

Ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak kehilangan buaya atau satwa lain. Menurutnya, keberadaan buaya tersebut di lokasi wisata murni sebagai bentuk inisiatif pengamanan.

“Kami tidak merasa kehilangan buaya. Tidak ada hewan kami yang hilang,” ujarnya kepada awak media, Rabu (27/05/2026).

Imam menjelaskan, keputusan membawa buaya ke Renzo Edupark dilakukan agar penanganannya lebih aman. Ia mengaku pihaknya sendiri yang mengusulkan agar satwa tersebut ditempatkan sementara di lokasi mereka.

“Kami berinisiatif merawatnya dulu supaya aman. Waktu itu saya minta, ya sudah diamankan dulu di Renzo,” katanya.

Baca Juga: Jokowi Akan Keliling Indonesia, Adi Prayitno: Banyak Tafsir Politik Bermunculan

Terkait asal-usul buaya, Imam menduga kuat hewan tersebut merupakan peliharaan warga yang terlepas, bukan berasal dari habitat alami di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Sungai Cibatu bukan habitat buaya muara. Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras diduga menjadi faktor yang menyebabkan hewan itu hanyut ke aliran sungai.

“Kalau dilihat, kemungkinan besar itu peliharaan. Di sini bukan habitatnya. Kemarin hujan deras, mungkin lepas dari sekitar sungai,” ucapnya.

Saat ini, buaya tersebut ditempatkan di kolam yang telah diamankan dengan penutup di bagian atas untuk mencegah risiko.

Baca Juga: Makna Idul Adha di Mata Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki: Pemimpin Harus Siap Berkorban untuk Masyarakat

Imam juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan komersial terhadap satwa tersebut. Ia membuka kemungkinan bagi pihak berwenang atau pemilik untuk mengambil alih.

“Kalau ada yang merasa memiliki atau dari BKSDA ingin mengambil, silakan. Itu bukan milik Renzo,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi menyebut buaya tersebut sempat diduga berasal dari salah satu koleksi Renzo Edupark.

Wakil Komandan Posko V Damkar Cibadak, Heri Hermawan, mengatakan bahwa satwa itu diserahkan kepada pihak Renzo disertai berita acara resmi.

“Kami menyerahkannya dengan berita acara karena informasi awal menyebut itu milik Renzo,” jelasnya.

Buaya tersebut sebelumnya ditangkap warga Kampung Leuwibatu pada 25 Mei 2026 setelah menimbulkan kekhawatiran di sekitar sungai.