JAKARTA – Penyakit ginjal kronis masih menjadi ancaman serius yang kerap tidak disadari penderitanya. Kondisi ini bahkan sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya baru muncul saat kerusakan sudah memasuki tahap lanjut.
Dikutip dari Detik, dokter spesialis nefrologi dari Rumah Sakit Spesialisasi Super Yatharth, India, Dr Reetesh Sharma, mengingatkan bahwa banyak pasien datang terlambat karena tidak merasakan keluhan berarti di awal.
Ia menegaskan bahwa masalah ginjal bisa berkembang tanpa tanda jelas. Menurutnya, gejala sering kali baru muncul ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis.
Baca Juga: Kincir Air Abah Sarmuh, Listrik Mandiri Karya Petani 80 Tahun di Caringin Sukabumi
“Gangguan ginjal bisa tidak menunjukkan gejala hingga tahap akhir. Karena itu, penderita diabetes atau hipertensi harus rutin memantau kondisi tubuhnya,” ujarnya.
Data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menunjukkan bahwa diabetes dan tekanan darah tinggi masih menjadi penyebab utama gagal ginjal di dunia.
Padahal, tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal sejak awal, meski sering dianggap sepele.
Salah satu tanda yang kerap diabaikan adalah pembengkakan pada kaki atau wajah. Kondisi ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan secara optimal.
Baca Juga: Demo Didepan Pendopo Sukabumi Mahasiswa Kritik Implementasi MBG dan KDMP, Nilai Belum Tepat Sasaran
“Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, cairan akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan bengkak,” jelas Sharma.
Selain itu, perubahan pada urine juga menjadi indikator penting. Urine berbusa, keruh, atau bahkan bercampur darah bisa menandakan adanya kebocoran protein akibat kerusakan ginjal.
Frekuensi buang air kecil di malam hari yang meningkat juga perlu diwaspadai.
Gejala lain yang sering muncul adalah kelelahan berkepanjangan. Sharma menjelaskan, kondisi ini terjadi karena racun dalam darah tidak tersaring dengan baik.
Ia menyebut penderita gangguan ginjal umumnya merasa lemas, kehilangan nafsu makan, bahkan mengalami penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Tak hanya itu, masalah ginjal juga bisa terlihat dari kondisi kulit. Kulit yang tiba-tiba sangat kering dan gatal bisa menjadi tanda adanya gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh.
Melihat berbagai tanda tersebut, Sharma menekankan pentingnya deteksi dini, terutama bagi kelompok berisiko seperti penderita diabetes dan hipertensi.
Pemeriksaan sederhana seperti tes darah untuk mengetahui laju filtrasi ginjal (GFR) dan tes urine dapat membantu mendeteksi kerusakan sejak awal.
Tanpa pemeriksaan rutin, banyak kasus baru terungkap ketika kondisi sudah parah dan membutuhkan penanganan serius.

