JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut lima bendungan baru yang diresmikan pemerintah di Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi meningkatkan produksi beras nasional hingga sekitar 1 juta ton per tahun. Potensi tersebut dinilai dapat tercapai apabila pembangunan infrastruktur irigasi dibarengi penerapan teknologi pertanian modern dan penggunaan benih unggul.
Menurut Amran, pembangunan bendungan tidak cukup hanya menyediakan pasokan air, tetapi juga harus diikuti transformasi sistem budidaya agar mampu mendongkrak produktivitas pertanian secara signifikan.
“Kami memperkenalkan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang mengintegrasikan benih unggul, pengaturan populasi tanaman, mekanisasi, dan teknologi presisi. Dengan dukungan irigasi dari bendungan, produktivitas sawah dapat meningkat,” kata Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7/2026).
Baca Juga : Resep Bakwan Keju Renyah, Camilan Gurih ala Restoran yang Mudah Dibuat
Ia menjelaskan, penerapan PM-AAS pada lahan sawah beririgasi berpotensi meningkatkan hasil panen sekitar 5 ton per hektare. Jika diterapkan secara luas di jutaan hektare lahan irigasi, tambahan produksi beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 1 juta ton setiap tahun.
“Kalau diterapkan di jutaan hektare lahan irigasi dan produktivitas naik sekitar lima ton per hektare, tambahan produksinya akan sangat besar. Itu bukan hanya memperkuat swasembada, tetapi juga membuka peluang Indonesia menjadi pemasok pangan dunia,” ujarnya.
Pernyataan Amran mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Bendungan Meninting bersama empat bendungan lainnya di Lombok Barat, Jumat (10/7/2026). Presiden mengatakan proyeksi tambahan produksi tersebut berdasarkan laporan yang diterimanya dari Menteri Pertanian.
Baca Juga : Resep Banana Avocado Smoothies, Minuman Sehat Kaya Lemak Baik dan Praktis
“Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras,” kata Prabowo.
Salah satu bendungan yang diresmikan adalah Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat. Bendungan dengan luas genangan sekitar 46 hektare itu diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen, sekaligus memperkuat pasokan air irigasi bagi lahan pertanian.
Presiden menegaskan pembangunan bendungan merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan infrastruktur air yang andal. Namun, ia menekankan keberhasilan program tersebut bergantung pada optimalisasi pemanfaatan lahan dan distribusi air hingga ke sawah milik petani.
“Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” ujar Prabowo.
Dengan dukungan infrastruktur irigasi, teknologi budidaya modern, dan benih unggul, pemerintah berharap produktivitas pertanian nasional terus meningkat sekaligus memperkuat target swasembada pangan dalam beberapa tahun mendatang.(SE)

