SUKABUMI – Pertumbuhan investasi fisik di Kabupaten Sukabumi pada 2025 menunjukkan perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi mencatat laju pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencapai 3,10 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sebesar 6,75 persen pada 2024.
PMTB merupakan salah satu komponen dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran yang menggambarkan investasi fisik, seperti pembangunan bangunan, pembelian mesin dan peralatan, serta berbagai aset tetap yang digunakan dalam proses produksi.
Dalam publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sukabumi Menurut Pengeluaran 2021–2025, BPS menjelaskan bahwa pertumbuhan PMTB selama lima tahun terakhir bersifat fluktuatif.
Baca Juga: Dekat Pusat Perkantoran Kabupaten Sukabumi, Taman Bappeda Dirusak Vandalisme
Pertumbuhan tercatat sebesar 7,00 persen pada 2021, kemudian melambat menjadi 0,67 persen pada 2022, meningkat menjadi 5,93 persen pada 2023, kembali naik menjadi 6,75 persen pada 2024, sebelum berada pada level 3,10 persen pada 2025.
BPS menjelaskan bahwa pertumbuhan PMTB tertinggi terjadi pada 2021, didorong oleh dimulainya kembali pembangunan jalan tol setelah sempat terhenti akibat pandemi, serta berlanjutnya pembangunan pada sektor pariwisata, pendidikan, dan kesehatan.
Selain dari sisi pertumbuhan, kontribusi PMTB terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Sukabumi juga mengalami sedikit penurunan.
Pada 2024, kontribusi PMTB tercatat sebesar 29,12 persen, kemudian menjadi 28,07 persen pada 2025. Meski demikian, nilai PMTB atas dasar harga berlaku tetap meningkat dari Rp25,67 triliun pada 2024 menjadi Rp26,77 triliun pada 2025.
Baca Juga: Ribuan Warga Ikuti Khatam Akbar, Pemkab Sukabumi Resmikan Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an
Dalam publikasi tersebut, BPS juga menjelaskan bahwa struktur penggunaan PDRB Kabupaten Sukabumi masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga.
Sementara itu, investasi melalui PMTB memberikan kontribusi sekitar 28 hingga 29 persen terhadap pembentukan PDRB selama periode 2021–2025.
BPS menilai konsumsi masih menjadi penggerak utama perekonomian daerah. Namun, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, diperlukan peningkatan kontribusi dari komponen lain, terutama investasi, guna memperkuat kapasitas produksi pada masa mendatang.

