Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai Cicatih Cibadak

×

Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai Cicatih Cibadak

Sebarkan artikel ini
Petugas mengevakuasi jenazah perempuan paruh baya yang ditemukan di pinggir aliran Sungai Cicatih, Kampung Sukamaju, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026). (Foto: Dok Polres Sukabumi)

SUKABUMI – Warga digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan paruh baya di pinggir aliran Sungai Cicatih, Kampung Sukamaju, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026).

Jenazah ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi tertelungkup di pinggiran sungai. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan instansi terkait untuk dilakukan penanganan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.

Baca Juga: Korban Gempa M 7,7 Flores Capai 53 Orang, Pemerintah Perkuat Penanganan Darurat

“Petugas telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Di lokasi dilakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara sebelum jenazah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Dudi.

Petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi sebelum jenazah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan informasi kepolisian, korban diketahui berinisial OOY, perempuan kelahiran Sukabumi tahun 1958 yang berdomisili di wilayah Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: 81 PNS Terima Satyalancana Karya Satya, Bupati Sukabumi Tekankan Integritas dan Kualitas Pelayanan

Identitas korban diketahui setelah pihak keluarga datang ke lokasi penemuan. Keluarga menyebut korban sebelumnya telah meninggalkan rumah sejak Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat meninggalkan rumah, korban diketahui mengenakan daster berwarna merah bermotif bunga dan kerudung berwarna cokelat.

Pihak keluarga sebelumnya telah melakukan pencarian karena korban diketahui memiliki riwayat pikun dan kerap pergi meninggalkan rumah tanpa memberitahukan kepada keluarga.

Baca Juga: Bukan Sekadar Perayaan, Warga Jampangkulon Panjatkan Doa untuk Indonesia di Usia 81 Tahun

Pada Minggu (16/8/2026), keluarga kemudian memperoleh informasi mengenai penemuan jenazah di aliran Sungai Cicatih. Setelah mendatangi lokasi, keluarga mengenali pakaian yang dikenakan jenazah dan menilai pakaian tersebut sesuai dengan yang dikenakan korban ketika meninggalkan rumah.

Dari pemeriksaan dokter jaga, korban ditemukan mengenakan daster merah bermotif dengan lengan pendek. Sejumlah bagian kulit korban juga telah mengalami perubahan kondisi, sementara tangan dan jari terlihat putih serta keriput. Bagian wajah mengalami pembengkakan dan kulit terkelupas.

Dudi mengatakan, penanganan terhadap jenazah dilakukan sesuai prosedur setelah petugas menerima laporan dari masyarakat.

“Kami masih menangani penemuan jenazah ini sesuai prosedur. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi dan pihak keluarga juga telah datang untuk memastikan identitas korban,” katanya.

Baca Juga: Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Desa Cidadap Pasang Rambu Evakuasi

Setelah pemeriksaan, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan dokumentasi video, dengan alasan keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait penemuan jenazah tersebut.